SMPN 4 Gresik Menjadi Ladang Oknum Pengajar Penuhi Kantong Pribadi

0
159

Gresik, Bratapos.com – Setelah diberitakan oleh media online beberapa waktu lalu terkait pungutan Bimbel 950 ribu/siswa, Sekolah besutan Bisri itu ternyata juga melakukan pungutan rutin bulanan senilai 50 ribu/siswa, adapun peruntukannya tertulis untuk Tabungan 20 ribu, Bimbingan Komputer 10ribu, Finger print 10 ribu dan Bimbingan bahasa inggris sebesar 10 ribu.

Pihak sekolah melalui Waka Humas, Rozi menyangkal jika untuk Bimbingan komputer dikenakan pungutan 10 ribu, dirinya beralasan jika untuk kegiatan itu sudah di masukkan ke dalam pembiayaan BOS, tidak ada untuk komputer, itu kegiatan ekstra mas jadi sudah dibiayai BOS, papar Rozi, jumat (6/4/18).

Rozi pun ngotot untuk biaya finger print hanya 5 ribu/ siswa, lima ribu mas, bukan 10 ribu, saya yang paling tahu karena saya guru disini, tambahnya.

Keterangan berbeda diutarakan oleh Kepala Sekolah, Bisri mengatakan jika biaya Finger Print ditanggung oleh Siswa sebesar 10 ribu, namun dirinya menyangkal jika biaya Bimbingan komputer dibebankan ke siswa, Jadi dana 50 ribu itu untuk tabungan 30 ribu, finger print 10 ribu dan Bimbingan bahasa inggris 10 ribu, ungkap Bisri sambil menghisap rokok.

Penelusuran dilapangan, Jumat (6/4/18) ditemukan fakta mengejutkan, SMPN 4 Gresik secara rutin memungut biaya sebesar 50 ribu/ siswa yang dituangkan dalam bentuk buku bukti pembayaran warna kuning, meski tidak mempunyai dasar hukum namun pungutan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

Menanggapi hal ini, Pentolah LSM Deling kuning, Samiaji Langsung menanyakan dasar hukum terkait pungutan itu, bahkan dirinya juga menanyakan selisih yang cukup besar pada jumlah siswa SMPN 4, itu sudah menyalahi aturan tentang biaya pendidikan, ini sangat menarik karena di saat Presiden Jokowi menyuarakan Program Nawa cita yang salah satunya menghapus semua bentuk Pungli, di lembaga pendidikan malah menjadi-jadi, kemana itu Kepala Dinasnya, seru Samiaji. (Bnd, tim)

Facebook Comments