Pemuda Sangkapura Renggut Kesucian Gadis Polos

0
1242

Gresik, Bratapos.com – Pencabulan terhadap anak dibawah umur kerap terjadi. Dari sinilah peran keluarga terutama orang tua harus benar-benar bisa menjaga anaknya, agar bisa terjaga mahkota yang paling berharga. Seperti kelakuan Sohebur Rahman (22) warga Dusun Alas Timur Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik jalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik Selasa, (3/4/18).

Terdakwa yang hanya bekerja sebagai profesi sebagai sopir itu diadili tega melakukan pencabulan terhadap korban yang brinisial IDP. Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat (1) UU No.35 Tahun 2004 tentang perubahan UU No.35 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 55 ayat (1) ke 1.

“Menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dan denda 80 juta subsidair 4 bulan kurungan,” kata ketua majelis hakim Lia Herawati.

Dengan begitu putusan hakim masih belum dibilang sudah berkekuatan hukum atau inkrah. Pasalnya antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syarif Hidayat dan Penasehat Hukum terdakwa Nazilatul Fitria Amri kompak menyatakan pikir-pikir dihadapan ketua majelis.

“Saya beri waktu 7 hari ya untuk pikir-pikir, namun bila kedua belah pihak antara JPU dan PH tidak mengajukan banding putusan ini dinyatakan inkrah,” cetus Lia sembari mengetok palu.

Meski dengan begitu putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yang sebelumnya meminta terdakwa dinyatakan bersalah dan dihukum 8 tahun penjara dan denda 80 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kasus ini berawal pada hari Sabtu (7/2/15) sekitar jam 16.30 WIB dimana korban IDP jalan-jalan bersama temannya yang berinisial IN ke pelabuhan Sangkapura. Hari semakin larut malam korban bersama temannya meninggalkan pelabuhan tersebut, ditengah perjalanan korban disapa terdakwa dengan cara melambaikan tangan saat itu mereka berhenti dan korban bertanya mau kemana, kemudian terdakwa berkata sudah ayo ikut saja. Kemudian terdakwa mengajak korban IDP ke sebuah bengkel kosong lalu korban IDP diajak pesta miras, setelah itu korban diajak ke gubuk kosong kemudian korban IDP disetubuhi oleh teman-teman terdakwa. Kemudian terdakwa mengajak korban IDP untuk pulang ke rumahnya, dan terdakwa menyetubuhi korban IDP di rumahnya waktu tengah malam. (jml)

Facebook Comments