Kepala Posbakum Diduga Teledor Buat Pembelaan

0
107

Gresik, Bratapos.com РTidak sepantasnya penasehat hukum lalai terhadap kliennya apa lagi saat membuat pledoi atau pembelaan. Pledoi sendiri mempengaruhi untuk pertimbangan putusan hakim nantinya. Namun apa mau dikata bila penasehat hukum malah membuat kesalahan sendiri.

Seperti yang dialami Badan Bantuan Hukum (BBH) Juris Law Firm yang diketuai oleh pengacara Faridatul Bahiyah notabennya membantu orang miskin yang tersandung kasus dalam lingkup Pengadilan Negeri Gresik, saat membacakan nota pembelaan. Jaksa Penuntut Umum bak disambar petir betapa kagetnya mendengar isi dalam pledoi tuntutan 8 tahun penjara yang dibacakan Oniyul. Padahal dalam berkas tuntutan jaksa terdakwa Joyo Sambodo Siswanto jaksa menuntut 6 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrian Dirgantara saat keluar dari ruang sidang awak media sempat mempertanyakan terkait pembelaan yang disampaikan oleh Penasehat Hukum dari Posbakum pada kasus sabu-sabu dengan terdakwa Joyo Sambodo Siswanto.

“Untuk pembelaan dari penesehat hukum kurang jelih dan teliti, tuntutan 6 tahun penjara tetapi dalam pembelaan disebutkan 8 tahun penjara,” cetusnya.

Sidang yang diketuai oleh Hakim Lia Herawati pada hari selasa (3/4/2018) di Pengadilan Negeri Gresik akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan putusan. (jml)

Facebook Comments