Bocah Ingusan, Akhiri Hidupnya

0
126
petugas kepolisian melakukan identifikasi terhadap korban

Gresik, Bratapos.com  – Entah ada permasalahan yang menimpa pada pria ingusan ini sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada hari Jumat (30/3/18 jam 05.00 WIB yang berlokasi pagar atas depan ruang kelas III sekolah SDI Nurul Iman Desa Sidojangkung Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.

Korban yang diketahui bernama Wahyu Setyawan (15) yang masih bersatus pelajar warga Jalan Durian Blok AG-11 MSI, Desa Sidojangkung Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.

Korban pertama kali ditemukan oleh Matori (56) dan Andri Purwanto keduanya warga Perum Menganti Satelit, Blok AP-20, RT.31 RW.06 Desa Sidojangkung Kacamatan Menganti Kabupaten Gresik.

warga berupaya menurunkan korban
warga berupaya menurunkan korban

Awal kejadian ketika itu Matori sedang jalan  pagi, persis didepan SDI Nurul Iman dirinya berhenti sejenak, tidakdisangka saat nengok ke dalam lokasi sekolahan melihat sesuatu tergantung, kemudian Matori penasaran dab bergagas mendatangi baying-bayang itu.

“Setelah didekati lantas kaget, pasalnya bayang-bayang itu tadi terrnyata anak sekolah yang masih memakai pakaian seragam sekolah dalam  keadaan tergantung. Lalu Matori tidak berani mendekati sehingga memanggil Andri Purwanto untuk membuka pintu pagar sekolahan,” kata Matori.

Korban diketahui gantung diri yang menggunakan 2 kain taplak meja sepanjang 3, 6 meter yang melingkar dileher korban. Kain diikatkan dipagar depan ruang kelas lantai 2 SDI Nurul Iman, tak lama kemudian Matori memberitahu orang tua korban dan dilanjutkan melaporkan ke Polsek Menganti.

“Berselang beberapa menit kemudian saat polisi dating kelokasi korban diturunkan dibantu oleh petugas tenaga kesehatan setempat untuk melakukan pemeriksaaan luar. Hasil pemeriksaan  medis terdapat bekas jeratan tali pada leher korban, tinja keluar, air mani dicelana,” jelasnya

Kanit Unit Reskrim Polsek Menganti Aiptu Agus Margono mengatakan, pihaknya dalam menurunkan korban ini dibantu oleh tenaga medis dan lakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dalm hasil pemeriksaan tidak adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, hanya bekas kain taplak dileher.

“Menurut keterangan keluarga almarhum mempunyai keterbelakangan mental sering keluar malam dengan  jalan kaki melewati  jendela,” tutup Agus. (anam)

 

Facebook Comments