by

Perubahan nama jalan di Surabaya menjadi polemik

Surabaya, Bratapos.com – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk mengubah nama dua jalan di Surabaya menuai penolakan.

Di tengah perdebatan itu, sebuah surat bertanda tangan Wali Kota Tri Rismaharini beredar sejak Senin siang (12/03/18), Surat tersebut seolah-olah menyiratkan persetujuan Risma soal penggantian nama Jalan Gunungsari menjadi Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Dinoyo menjadi Jalan Sunda.

Anggota DPRD Surabaya Vinsensius Away secara tegas menolak usulan Gubernur Jatim Sukarwo tentang pergantian nama jalan di Surabaya. Menurutnya, usulan itu justru membuka luka lama bangsa ini.

Menurut anggota DPRD Surabaya dari Nasdem ini, Gubenur Sukarwo jangan membuka luka lama sejarah. Memang sesuatu menurut sejarah ada persoalan di kedua kerajaan Majapahit dengan Padjajaran. Namun jaman telah berubah, serta jaman milenia ini generasi muda sudah tidak pernah mempersoalkan peselisihan itu.

Kita senua telah diikat dalam NKRI dan bukan kerajaan lagi, maka dengan sikap Gubernur Jatim seperti itu sama saja membuka luka lama yang seharusnya tidak perlu, kata Away.

Serta perlu dipertimbangkan lagi, perubahan nama jalan ini akan mempengaruhi sisi administratif masyarakat kawasan itu, warga akan direpotkan dengan ganti KTP, KK serta dokumem penting lainnya, tambah Away Nama jalan Gunungsari memiliki nilai historikal dimana di gunung bukit ini ada makam ayah pangeran Pekik, Jayalengkara (Adipati Surabaya yang perang lawan Sultan Agung 1623).

Sehingga diberi nama jalan Gunung sari, kalau Pemprov tidak mengetahui sejarah penamaan jalan setempat, ada baiknya ditelusuri lebih jauh lagi. Sehingga tidak membuat sebuah kebijakan yang blunder yang dapat melukai hati masyarakat setempat, sebenarnya Gubenur Jatim bisa mencari alternatif lokasi jalan di kawasan pengembang baru, yang kawasan itu tidak menimbulkan polemik, tegas Away. (Bnd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA