Tes Ujian Perangkat Desa Morobakung Mendapat Kawalan Ketat Oleh TNI Polri

0
272

Gresik, Bratapos.com – Detik-detik menegangkan menyelimuti wajah-wajah peserta test ujian perangkat saat duduk di meja tes ujian yang sudah disapkan oleh P3D. Dek-dekan pun harus ia terima saat akan mengerjakan tes ujian yang digelar oleh panitia P3D di kantor pendopo Desa Morobakung, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Selasa, (5/2/2018).

Tepat jam 09.00 para peserta satu-persatu membuka setiap lembar soal yang harus diisi dengan jawaban. Para peserta terus mengasah otak untuk mengisi soal yang disediakan oleh panitia untuk mendapatkan nilai tertinggi yang sudah ditentukan oleh panitia P3D. Tepat jam 11.00 WIB panitia memberhentikan seluruh peserta dalam pengerjakan soal, karena waktu yang diberikan hanya dua jam.

saat para peserta mengerjakan tes ujian
saat para peserta mengerjakan tes ujian

Dalam pelaksanaan tes ujian tersebut, pihak panitia tidak tanggung-tanggung untuk bekerja sama dengan TNI Polri agar ikut mengawal pelaksanaan tes ujian agar benar-benar transparan. Tidak hanya TNI Polri yang ikut mengawal, staff kecamatan juga diterjunkan untuk ikut mengawal pelaksanaan tes ujian.

Ditengah-tengah ujian berlangsung sempat turun hujan sangat deras yang mengguyur desa Morobakung, namun hal itu tidak patah semangat untuk terus mengasah otak setiap lembar soal terus diisi oleh peserta ujian.

Kasnan selaku ketua panitia P3D Desa Morobakung mengatakan, setelah melalui tahapan demi tahapan mulai dari sosialisasi sampai penjaringan dan penyaringan panitia memutuskan yang berhak mengikuti tes ujian sejumlah 5 peserta.

“jumlah peserta calon perangkat sebanyak 5 peserta yang mengikuti tes ujian. Namun kursi yang kosong hanya 2 kursi yang terdiri dari jabatan perencanaan dan seksi pemerintahan. untuk naskah ujian panitia yang membuat, tes ujian dimulai jam 09.00 sampai 11.00 WIB. Dilanjut dengan isoma sampai, jam 13.00 WIB dan dilanjut dengan pengoreksian serta pengumuman,” jelasnya.

DSC_0706

Askur Farid Kepala Desa Morobakung Manyar Gresik mengatakan, untuk benar-benar transparan pelaksanaan P3D ini kunci jawaban dilakukan penyegelan dan dititipkan di kantor Polsek Manyar, hal itu mengantisipasi terjadinya kebocoran. Untuk pengoreksian dan pengumuman disaksikan langsung para peserta ujian. Pengoreksian ujian juga disaksikan  seluruh panitia P3D, ketua BPD, serta pesarta secara langsung.

“Pihaknya sudah melaksanakan P3D sesuai dengan Perpub No.19 Tahun 2017. Namun bila ada permainan jual beli jabatan yang dilakukan oknum panitia saya siap bertanggungjawab dan memberikan sanksi pada panitia.” tegasnya.

Pantauan Media ini test ujian berjalan dengan lancar, namun tes ujian sempat diulang untuk jabatan Pemerintahan, pasalnya kedua peserta nilainya tidak memenuhi target yang sudah ditentukan oleh paniti dengan nilai minimal 60. Namun untuk untuk Perencanaan tidak diulang karena ( Nurmawati ) sudah memenuhi target dengan nilai 64. (jml/sun)

 

Facebook Comments