Tidak Mengantongi Ijin Senpi, Dua Terdakwa Hanya Divonis 8 Bulan Dibui

0
153

Gresik, Bratapos.com – Biginilah jadinya bila menyimpan dan memilik dua senjata api rakitan tanpa mengantongi ijin, sudah jelas melanggar peraturan dan undang-undang (UU) tapi masih saja disimpan. Seperti halnya terdakwa Noer Qomari (56) warga Semolowaru, Surabaya dan terdakwa Kardi (51) warga Randubener kecamatan Kembangbahu, Lamongan.

Kedua terdakwa ini jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai majelis hakum Putu Gede Hariadi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Thesar Yudhi Prasetya dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa,Hermin Mubaziroh beragendakan putusan Selasa, (27/02/2018).

Dalam amar putusanya ketua Majelis hakim menilai bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja memiliki 2 pucuk senjata api laras panjang tanpa izin.

“Terdakwa melanggar pasal 1 Ayat (1) UU Nomor 12 tahun 1951 tentang Mengubah Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen (stbl. 1948 nomor 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948 Tentang Mencabut Peraturan Dewan Pertahanan Negara Nomor 14 Dan Menetapkan Peraturan Tentang Pendaftaran Dan Pemberian ldzin Pemakaian Senjata Api. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 8 bulan, ” tegas Putu Gede Hariadi.

Meski demikian vonis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Thesar Yudhi Prasetya, dimana sidang sebelumnya JPU menuntut para terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun 5 bulan.

Penasehat Hukum (PH) terdakwa Hermin Mubaziroh memilih menerima putusan hakim, dirinya menerima lantaran putusan hakim sudah tepat untuk para terdakwa.

“Dirinya menilai senpi (senjata api) itu tidak digunakan untuk mengancam orang. Senpi itu dibuat untuk memburu baby, pasalnya tanaman sering dimakan baby dan tidak punya niat manakut-nakuti orang. Senpi itu memang tidak memiliki ijin, lagi pula sepi itu pemberian idari bosnya,” kata Mubaziroh.

Sedangkan JPU Thesar berbeda dengan kedua terdakwa yang menerima vonis hakim, Thesar memilih untuk pikir-pikir.

Seperti diberitakan, terdakwa Noer Qomari bersama-sama dengan terdakwa Kardi pada hari Selasa, 26 September 2017 sekira pukul 15.00 wib atau setidak tidaknya pada waktu lain yang masih dalam tahun 2017 bertempat di jalan dalam perkebunan mangga di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah, tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba, memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak tanpa izin petugas yang berwenang.

Terdakwa Noer Qomari yang dulunya anggota perbakin ini telah membuat senjata serupa yang dimilikinya yakni senjata rakitan laras panjang dengan kaliber 5.6 m. Senjata yang dirakit itu mengerupai dengan senjata miliknya yang sebenarnya. Terdakwa juga tidak memiliki ijin membuat senjata rakitan tersebut. (mal)

Facebook Comments