Suami Bakar Istri, Diganjar Hukuman Setimpal

0
82

Gresik, Bratapos.com – Sebagai seorang suami seharusnya bisa mengayomi, melindungi, menyayangi, memberikan kasih dan sayang pada istrinya bukan malah sebaliknya diperlakukan seperti binatang. Namun semua itu tidak terjadi pada terdakwa Ilham Rois (40) warga Kampung Malang Tengah kelurahan Tegalsari Surabaya, yang indikos di desa Bambe Driyorejo, Kabupaten Gresik yang membantai istrinya sendiri, Utie Aristanti.

Kelakuan terdakwa Ilham Rois yang tega membantai istrinya sendiri dengan cara dicekik lalu dibakar ditengah persawahan, terdakwa pun mendapat hukuman setimpal dari majelis hakim PN Gresik Lia Herawati. Dalam amar putusannya yang digelar di ruang sidang Tirta, hakim berkeyakinan terdakwa secara sah melawan hukum sesuai dengan pasal 44 ayat (3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang penghapusan dalam rumah tangga.

“Berdiri kamu terdakwa sampai tiga kali. Mengadili terdakwa Ilham Rois terbukti secara sah melanggar pasal 44 ayat (3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang penghapusan dalam rumah tangga menjatuhi hukuman selama 9 tahun dibui,” ucap Lia.

Lanjut hakim, hal-hal yang memberatkan, terdakwa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan cara dicekik lehernya dan menyiram bensin ke tubuh korban lalu dibakar.

“Namun hal yang meringankan, terdakwa mengakui kesalahannya serta tulangpunggung keluarga dan meninggalkan anak masih kecil. Dan anak korban perempuan meminta pada hakim bahwa ayahnya (terdakwa) dihukum seringan-ringannya,” sambungnya.DSC_0511

Putusan hakim Lia Herawati lebih rendah dari tuntutan jaksa Thesar Yudi Prasetya, dimana sebelumnya jaksa menuntut terdakwa hukuman 13 tahun penjara. Setelah mendengar vonis dari hakim, terdakwa langsung sunjud syukur dihadapan hakim.

Namun vonis hakim belum berkekuatan hukum (inkrah), pasalnya Willem Miharja Penasehat Hukum (PH) terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Thesar yudi Prasetya menanggapi dengan pikir-pikir.

“Mohon maaf majelis kami memohon atas vonis majelis hakim kami menanggapinya untuk pikir-pikir,” ucarnya.

Pada sidang sebelumnya pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Thesar Yudi Prasetya dari Kejari Gresik, terdakwa telah melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkungan rumah tangga sebagaimana dalam pasal 5 huruf a UURI No.23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT yang mengakibatkan matinya korban.

Terdakwa juga dikenakan pasal 44 ayat (3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Terdakwa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, serta dilakukan penganiayaan dengan rencana lebih dahulu yang mengakibatkan kematian. Dan terdakwa juga dikenakan pasal 353 ayat (3) KUHP. Korban meninggal akibat pembakaran hawa panas dan asap dari terbakarnya pakaian, sehingga menyebabkan seluruh nafas teriritasi, bengkak dan mengalami proses.

Wellem Miharja penasehat hukum terdakwa usai siding, dirinya sangat kecewa atas vonis hakim yang menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara kepada kliennya. Dirinya menilai kelakuan kliennya kurang memenuhi unsur pembunuhan, dan vonis hakim kurang memenuhi unsur keadilannya.

“Dari kesekian saksi yang dihadirkan ke persidangan tidak ada yang mengetahui atas kelakuannya terdakwa. Dokter ahli forensik yang mengelurkan surat visum tidak pernah dihadirkan dipersidangan,” ucapnya.

Wellem menambahkan, langkah hukum selanjutnya dirinya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga upaya hukum apa tidak, kita tunggu hasil koordinasi dengan keluarga terdakwa.

“Kami berharapnya terdakwa dibebaskan dari dakwaan tuntutan dan vonis, pasalnya terdakwa tulangpunggung keluarga, anaknya pun meminta terdakwa dihukum seringan-ringannya,” sambungnya.

Perlu diketahui bermula terdakwa Rabu (07/6/17) jam 22.00 Wib menghabisi korban (istrinya) Utie Aristanti lantaran mengetahui perselingkuhan korban yang membaca pesan singkat di hpnya. Dari situlah terdakwa dengan sengaja mengajak korban untuk berhubungan intim ke semak-semak persawahan di Desa Kesamben Driyorejo. Namun terdakwa terkejut melihat setelah buka baju dan BH korban payu dara korban ada bekas kecupan, sehingga cek cok terjadi, lalu terdakwa mencekik leher korban sampai terjatuh dan langsung tersangka menyirami bensin ketubuh korban. (mal)

Facebook Comments