Enam Bulan Tidak Digaji, ABK Terus Mencari Keadilan

0
253

Gresik, Bratapos.com – Ketiga terdakwa yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) Timur Mila Utami, yakni Cipto Subagyo (41), warga RT 14 RW 17, Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Arya Pramuda Werdhani (21), asal RT 8 RW 1, desa Polehan Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang dan Farkhan (39) warga RT 1 RW 2, desa Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan Terus mencari keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Ketiga terdakwa jadi pesakitan lantaran dituduh mencuri besi kapal. Sidang yang diketuai hakim Rahmansyah mengagendakan nota pembelaan (pledoi) yang dibacakan oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Dede Prihantono Kamis, (8/2/2018) di ruang sidang tirta.

Dede Prihantono menyampaikan, keiga terdakwa ini tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mencuri barang yang ada di kapal, karena kapal tersebut sudah dianggap sebagai rumahnya sendiri.

“Ketiga terdakwa terpaksa mengambil barang besi, lantaran gaji selama 6 bulan tidak dibayar oleh perusahaan. Sedangkan selama di kapal ketiga terdakwa butuh logistik,” ucapnya dihadapan majelis hakim.IMG20180206134928

Lanjut Dede, surat yang dilayangkan langsung kepada agen PT Timur Mila Utama selaku pemilik kapal Mila Utama tidak pernah digubris sama sekali. Bahkan, pengiriman logistik ke kapal dihentikan perusahaan. Padahal, ketiga terdakwa selain butuh makan juga memikirkan nasib keluarganya.

“Jalan terakhir terdakwa meminta izin kepada pimpinan perusahaan Marem Santoso untuk menjual barang-barang bekas yang ada di kapal. Marem memberikan izin,” katanya.

Meski demikian, kata Dede, barang bekas yang dikumpulkan sejak April 2017 belum dijual hingga satu bulan kemudian atau bulan Mei 2017. Tujuannya menunggu uang gaji dari perusahaan dan pengiriman logistik. “Ternyata tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Ditambahkan, dakwaan yang disangkakan jaksa penuntut umum (JPU) Herlambang kepada kliennya tidak tepat. Sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut jaksa Herlambang selama 3 tahun 5 bulan penjara atas perkara pencurian. Mereka dianggap melanggar pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUHP. (mal)

 

Facebook Comments