Budaknya Barang Setan, Hanya divonis 1 Tahun Dibui Oleh Hakim Rahmansyah

0
483

Gresik, Bratapos.com – Hakim Rahmansyah tidak seperti biasanya memvonis terdakwa budaknya barang setan jenis sabu-sabu, entah mimpi apa sebelum sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, hakim hanya vonis ringan. Putusan sudah terjadi, namun sikap hakim perlu dipertanyakan.

Padahal dalam membacakan amar putusannya menyatakan, kelakuan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas narkoba. Namun hakim Rahmansyah mempunyai pandangan yang berbeda dalam mengambil sikap vonis, yang sudah jelas budaknya sabu-sabu Kamis, (8/2/2018).

Vonis hakim Rahmansyah bertolak belaka dengan dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Lila Yurifa Prihasti. Dimana sidang sebelumnya Lila tuntut kedua terdakwa yakni Slamet Nurhayadi (36) dan Budi Irwanto (39). Keduanya diketahui warga desa Randegansari, Driyorejo Gresik dikenakan pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Jaksa berkeyakinan kedua terdakwa telah permufakatan jahat dengan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika. Sehingga jaksa menghukum kedua terdakwa 8 tahun denda 1 miliar subsider 6 bulan dibui.DSC_0521

Namun dalam agenda sidang putusan ketua majelis hakim Rahmansyah saat membacakan amar putusannya, Rahmansyah menilai kedua terdakwa tidak terbukti melanggar dakwaan primair dan subsidair, namun terbukti melanggar dakwaan yang lebih subsidair

“Menyatakan kedua terdakwa hanya terbukti secara sah melanggar pasal 127, menjatuhkan pidana selama 1,6 tahun dibui,” ujar Rahmansyah.

Lanjut Rahmansyah Hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas narkoba.

“Namun hal yang meringankan, kedua terdakwa mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya serta selama dipersidangan kedua terdakwa selalu sopan, dan juga tulang punggung keluarga,” ucapnya.

Usai sidang Lila Yurifa Prihasti mengatakan, itu kewenangan majelis hakim mau putus berapa, namun dirinya akan mempertimbangkan vonis hakim yang jauh dari tuntutannya, yang hanya memvonis 1,6 tahun. Pasalnya kasus ini berkaitan dengan terpidana Adi Wijaya berkas terpisah yang sudah divonis oleh hakim Aryas Dedy selama 5 tahun 4 bulan.

“Karena Adi Wijaya sebagai penjual ke terdakwa Slamat dan Budi. Saya akan koordinasi dulu sama kasi pidum, namun kemungkinan besar saya akan banding,” ujarnya.

Kedua terdakwa berurusan dengan hukum lantaran sedang membawa, menguasai dan menyimpan sabu-sabu dengan berat barang bukti 0,19 gram. Polisi dari Polsek Driyorejo (04/11/2017) lalu menagkapnya kedua pelaku di rumahnya di desa Randegansari. (mal)

Facebook Comments