ABK Mila Utama, Dituntut Pasal 363 Oleh Jaksa Herlambang

0
4282

Gresik, Bratapos.com – Beginilah nasib ketiga Anak Buah Kapal (ABK) Mila Utama dengan niat menjual besi yang ada di dalam kapal untuk kebutuhan makan selama berlayar, bahkan sisa uang dari makan akan dikirim ke istrinya untuk makan, malah nasib berkata lain ketiga terdakwa jadi pesakitan. Ketiga terdakwa mengambil barang lantaran kesal, pasalnya gaji selama 6 bulan  tidak dibayar oleh perusahaan.

Ketiga terdakwa itu Cipto Subagyo (41), warga RT 14 RW 17, Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Arya Pramuda Werdhani (21), asal RT 8 RW 1, desa Polehan Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang dan Farkhan (39) warga RT 1 RW 2, desa Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Ketiga terdakwa jalani sidang dengan agenda sidang mendengarkan amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Surya Arfa’i yang digelar ruang cakra Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Selasa (6/2/2018).

Dihadapan majelis hakim Agung Ciptoadi, Jaksa Herlambang saat bacakan amar tuntutannya, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan melanggar pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUHP.

“Menjatuhkan kepada ketiga terdakwa selama 3 tahun 6 bulan. Jaksa berkeyakinan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, serta mengabitkan kerugian terhadap korban, berbelit-belit memberikan keterangan dan terdakwa tidak menyesali perbuatannya, sehingga pantas dijatuhi hukuman 3 tahun 6 bulan,” ujarnya.IMG20180206134916

Ditempat terpisah, Dede Prihantono Penasehat Hukum ketiga terdakwa, mengatakan, ketiga terdakwa tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mencuri barang yang ada di kapal yang dianggap itu sebagai rumahnya sendiri. Mereka terpaksa mengambil barang lantaran gaji selama 6 bulan kepada ketiga terdakwa itu tidak dibayar oleh perusahaan.

“Setelah barang dijual, uangnya untuk biaya logistic dan operasional kapal. Kemudian sisa uang dari operasional akan dikirim kekeluarganya, pasalnya keluarga yang ditinggal selama bekerja tidak sempat diberi uang,” kata Dede.

Peristiwa yang dialami ketiga terdakwa ini pada hari Rabu, (21/6/2018) lalu ketiga terdakwa di KM Mila Utama dalam keadaan docking (perawatan) di galangan kapal PT JM II kawasan pelabuhan tanjung mas Semarang. (mal)

Facebook Comments