Oknum Pegawai Menpora Diadili Di Pengadilan Negeri Gresik

0
196

Gresik, Bratapos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik kembali gelar sidang perkara dugaan penipuan dengan terdakwa Joko Siswoyuono yang bekerja di kantor Menpora Jakarta dan Ramlan Junaidi seorang swasta. Sidang yang diketuai majelis hakim Putu Mahendra mengagendakan keterangan dua saksi yang digelar di ruang sidang Cakra Selasa, (6/2/2018).

Saksi yang dihadirkan kali ini Roni wijaya sebagai Direktur PT Cakrindo yang beralamat Jl raya Kepatihan Menganti Gresik. saat dicecer pertanyaan oleh Hadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadapan persidangan mengatakan, uang 1 miliar itu biaya operasional, untuk pembayarannya dilakukan 3 tahap.

“Tahap pertama senilai 200 juta diserahkan di Jakarta melalui Evelin pegawai Cakrindo, namun oleh Evelin diserahkan pada Ambar. Kemudian tahap ke dua dilakukan melalui transfer langsung ke Ambar senilai 50 juta, dan tahap ke tiga langsung diserahkan tunai kepada terdakwa senilai 750 juta di PT Cakrindo,” kata saksi.

????????????????????????????????????

Saat Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Oktavianus Rasubala cecer pertanyaan pada saksi terkait standar operasi perusahaan (SOP). Penasehat hukum sempat menunjukan surat kesepakatan pada saksi. Saksi tidak membaca surat tersebut. “Mohon maaf saya tidak sempat membaca, jadi saya langsung tanda tangan,” katanya.

PH melanjutkan terkait 2 kwitansi, masing-masing isi 5 ratus juta, saksi menjawab itu berkaitan dengan proyek wisma atlet.” Ucapnya saksi. Saat jaksa memperlihatkan barang bukti foto pada saksi, dibenarkan oleh terdakwa dan saksi.

Namun keterangan saksi yang terdaka menyerahkan KTP dan nomor telepon seluler itu salah majelis,” kata kedua terdakwa.

Saat saksi dari polsek menganti saat memberikankan pada majelis hakim, pada saat saya datangi ke jawa barat untuk melakukan penyelidikan, PT Putra Ratu Mahkota, namun PT tersebut tidak ada di lokasi, dan kedua terdakwa tidak ada di tempat,” kata Hoirul Anam anggota unit reskrim polsek menganti.

Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Oktavianus Rasubala usai sidang mengatakan, dalam kasus ini sebenarnya perdata karena sudah ada perjanjian, ini persoalannya wanprestasi,” katanya.

Hakim Putu Mahendra akhirnya menutup sidang, sidang dilanjut hari Jumat (9/2/2018).(mal)

Facebook Comments