Muspika Kecamatan Cerme, Kawal Ujian Perangkat Desa

0
285

Gresik, Bratapos.com – Sebanyak 24 Desa se-Kecamatan Cerme melaksanakan ujian test perangkat desa secara serentak yang dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jumat, (2/2/2018). Ujian tes kali ini berbeda dengan ujian tes yang sebelum-sebelumnya yang sudah dilaksanakan di Kecamatan lainnya. Pasalnya test ujian menggunakan sistem tes Computer Asisted Test (CAT) seperti halnya test CPNS.

Jumlah peserta yang mengikuti P3D se-Kecamatan Cerme total 269 orang. Test ujian CAT dibagi menjadi dua sesi, yang dimulai dari jam 07.00 WIB. Sesi pertama diikuti 133 peserta. Sedangkan sesi kedua sebanyak 136 peserta. Hasil test ujian itu minimal 60 persen sesuai peraturan daerah (Perbup) kabupaten Gresik nomor 19 tahun 2017.

Novan, ketua LSM LPB (Lembaga Pemantau Birokrasi) saat mengawal dan memantau jalannya test ujian CAT P3D se-Kecamatan Cerme menyatakan, sistem ujian yang dipakai panitia P3D se-Kecamatan Cerme yang bekerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sangat tepat dengan menggunakan sistem CAT, dimana sistem fair play yang seperti ini amat sangat mendukung.

“Celah untuk mendapatkan kecurangan sulit didapatkan. Sistem seperti ini bisa dicontoh di Kecamatan yang lain, yang belum melaksanakan P3D dan segeralah melaksanakan. Sistem seperti ini salah satu persyaratan calon perangkat benar-benar harus menguasai ITE,” ujarnya.DSC_0483

Camat Cerme Suwartono mengatakan, panitia P3D di kecamatan Cerme memilih bekerja sama dengan pihak Unesa dalam ujian perangkat desa dengan menggunakan sistem Computer Asisted Test (CAT). Dirinya menilai sistem yang di terapkan melalui CAT dianggap paling kecil terjadi penyimpangan.

“Hal itu karena soal yang diberikan kepada peserta sistemnya di acak. Saya yakin dengan pelaksanaan sistem CAT ini tingkat kecurangannya sangat kecil, dan yang jelas soalnya itu diacak. Seandainya ada kunci jawaban yang beredar dimasyarakat, kunci jawaban itu tidak bisa jadi pedoman karena soalnya diacak karena keunggulan CAT disitu, beda dengan test konvesional atau tulis” ujarnya.

Statmen yang diungkapkan oleh camat dan LPB terdapat kesamaan, bahwa memang sepatutnya test P3D menggunakan sistem CAT guna mencegah kecurangan maupun jual beli jabatan.(mal/jam)

 

Facebook Comments