Hakim Aryas Dedi, Jatuhi Terdakwa Lima Tahun Dibui

0
133

Gresik, Bratapos.com – Sidang putusan kasus Narkoba dengan terdakwa Adi Wijaya (38) warga Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik diganjar hukuman setimpal oleh ketua majelis hakim Aryas Dedi Kamis, (1/2/2018) di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Sidang sebelumnya beragendakan pledoi atau pembelaan, dalam membacaan pledoinya penasehat hukum terdakwa menyatakan, memohon pada mejelis hakim yang memeriksa terdakwa untuk memutus terdakwa seringan-ringannya.

“Mohon majelis hakim diputus seringan-ringannya, pasalnya terdakwa tulang punggung keluarga untuk menghidupi ke tiga anaknya,” kata Oniyul saat membacakan pembelaannya.DSC_0479

Setelah selesai sidang Pledoi atau pembelaan dilanjut dengan agenda putusan oleh hakim Aryas Dedi. Dalam membacaan amar putusannya, hakim berkeyakinan terdakwa Adi Wijaya secara sah melawan hukum melanggar pasal 114 ayat (1) menguasai, membeli dan jual beli narkotika.

“Menyatakan pada terdakwa menjatuhi pidana selama 5 tahun dan 6 bulan dibui. Terdakwa harus membayar denda sebesar 1 miliar. Bila terdakwa tidak bisa membayar maka diganti dengan hukuman penjara 4 bulan,” kata hakim Aryas.

Putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa, dimana jaksa menuntut terdakwa 8 tahun penjara denda 1 miliar subsider 8 bulan.

Atas putusan majelis hakim penasehat hukum terdakwa Oniyul dan JPU Pompy Polansky Alanda menyatakan pikir-pikir. Sehingga Putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“kami minta waktu untuk pikir-pikir yang mulia,” kata jaksa dan penasehat hukum terdakwa.

Perlu diketahui, terdakwa ditangkap Sat Reskoba Polres Gresik di rumahnya di desa Periken Driyorejo Gresik pada hari Senin (4/10/2017) jam 01.30 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan polisi menemukan barang bukti sabu seberat 0,34 gram dan uang sejumlah 2 juta rupiah. (mal)

 

Facebook Comments