P3D Desa Banter Laporkan Oknum Anggota DPRD Gresik

0
155

Gresik Bratapos.com – Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Banter Kecamatan Benjeng mendatangi kantor DPRD Gresik, Senin (29/1/2018). Mereka mengadukan oknum anggota dewan yang diduga mengancam Panitia P3D lewat pesan singkat (SMS).

Kedatangan mereka juga untuk memberikan klarifikasi kepada wakil mereka di DPRD setelah dilaporkan oleh para calon perangkat yang gagal ke Polres Gresik terkait dugaan kecurangan dan suap saat proses P3D.

Ketua Panitia P3D Banter Abdul Kholiq usai bertemu Wakil Ketua DPRD Moh. Syafi’ AM kepada wartawan menjelaskan bahwa proses P3D di Desanya sudah sesuai dengan Undang-undang.

Kedatangan kami ke sini (DPRD) untuk memberikan keterangan tertulis sekaligus klarifikasi tentang kabar di media yang sangat merugikan kami. Tidak hanya ke dewan, kami juga ke Polres,” ujar Abdul Kholiq.

Lanjut Abdul Kholiq, kami juga mengadukan adanya pesan singkat (SMS) dari salah satu orang yang diduga anggota DPRD Gresik. Ia membeber isi SMS itu berupa intimidasi dan ancaman kepada Panitia P3D Banter.

“SMS itu bunyinya kami disuruh pending hasil perekrutan. Katanya dia (pengirim SMS) masih ada rapat di Malang. Jika tidak (dipending, red) akan dipidanakan. Tapi saya merasa benar, jadi saya teruskan aja pelantikannya,” ungkapnya sembari membaca SMS nomer kontak bernama Mustaqim.

Menanggapi hal ini, Syafi’ berjanji akan menindaklanjutinya. “Jika sms itu benar dari salah satu anggota dewan, nantinya akan diproses oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD. Pelapor dan terlapor akan didudukkan bersama nantinya, biar jelas permasalahannya,” ujarnya.

Hal yang disampaikan Ketua BK DPRD Anwar Sadad. “Pasti ditindaklanjuti, coba nanti tunggu surat resmi dari pimpinan. Sementara saya belum bisa berkomentar banyak, sebab BK bukan hanya saya seorang,” jelasnya.

Seperti yang dikutip dari media beritajatim, Menanggapi adanya laporan ini, anggota DPRD Gresik, Mustakim saat dikonfirmasi tidak menampik terkait adanya SMS kepada panitia. Dia pun mengaku, permintaannya untuk mempending agar panitia lebih berhati-hati. Sebab, sempat beredar isu atau dugaan-dugaan yang negatif, terhadap proses perekrutan perangkat desa di Banter. “Kalau saya dilaporkan, silahkan saja itu hak mereka,” pungkasnya.

Sementara di tempat terpisah kepala desa Banter Muhammad Ridwan mengatakan, saya berharap kedepannya jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Kalau misalnya ada suatu hal yang menjadi gejolak.

“Saya berharap itu bisa dirembuk musyawarah, biar tidak menjadi kesalahpahaman seperti ini yang menimbulkan dampak secara hukum,” katanya.

Lanjut Ridwan, selama ini yang terjadi di desa kami P3D diisukan dan diduga seperti yang diberitakan dibeberapa media. Mereka (P3D Red) meluruskan dan mengklarifikasi apa yg sdh di beritakan oleh teman-teman media.

“P3D yang mendatangi kantor DPRD dan Polres, saya tahunya dari media, karena saya belum bertemu dengan mereka,” ujarnya. (jml).

Facebook Comments