Kades Pasinan Lemah Putih Wringinanom Dijebloskan Kerutan

0
296

Gresik, Bratapos.com – Kasus korupsi Dana Desa anggaran tahun 2016 yang menyeret kepala desa Pasinan Lemah Putih, Wringinanom-Gresik Kunari (52), akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik kemarin, (29/1/2018). Tersangka bersama barang bukti diantar oleh penyidik tipikor Polres Gresik.

Tersangka oleh penyidik Tipikor Polres Gresik tidak dilakukan penahanan. Akan tetapi ketika penyidik melakukan tahap dua (P21) yakni meyerahkan tersangka dan barang bukti untuk dilakukan penuntutan,  Kejaksan langsung di lakukan penahanan.

Terdakwa Kunari datang ke Kejari Gresik diantar oleh penyidik Polres Gresik sekitar pukul 11.00 WIB. Tersangka langsung diserahkan pada tim Jaksa Pidsus.  Diruangan Pidsus tim Jaksa melakukan pemeriksaan tambahan kepada terdakwa. Tepat pukul 13.30 WIB tersangka langsung diseret ke rutan Cerme untuk dilakukan penahan.

Kasi Intel Kejari Gresik, Marjuki., SH megatakan, bahwa terdakwa diindikasikan melakukan tindak pidana memperkaya diri dengan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memark up bangunan fisik bantuan dana desa tahun anggaran 2016.

“Hasil audit ditemukan,  bahwa terdakwa telah merugikan negara sebesar Rp. 113.494.600 dari bantuan dana desa anggaran tahun 2016,” tegasnya.

Lanjut Marjuki, dalam perkara ini terdakwa akan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana yang di ubah oleh UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999.

“Dalam waktu dekat kejaksaan akan segera melimpahkan berkas perkara korupsi ini ke Pengadilan tipikor di Surabaya untuk segera dilakukan persidangaan,” jelasnya.

Perlu diketahui, kades Kunari (52), ditetapkan sebagai tersangka atas korupsi dana desa pada anggaran tahun 2016. Hasil penyelidikan tim tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Gresik terungkap korupsi. Saat itu turun anggaran dana desa sebesar Rp 614.916 juta yang dibagi dua tahap.

Tahap pertama cair  Rp 368.949 juta dan kedua Rp 245.966 juta. Dari tahap pertama digunakan pembangunan tembok penahan tanah dan dana tahap kedua untuk pembangunan jalan. Namun, kepala desa memanfaatkan dana desa itu untuk kepentingan sendiri dengan cara pinjam dana desa, namun ironisnya tidak dikembalikan. (jml)

Facebook Comments