Akibat Jalan Diportal, Puluhan Pengusaha Luruk Kekantor Kecamatan Cerme

0
317

Gresik, Bratapos.com – Puluhan pelaku usaha dan puluhan buruh pabrik yang berlokasi disepanjang jalan raya pasar Cerme sampai Desa Kandangan dan sekitarnya melakukan aksi unjuk rasa ketika berdiri tiga tiang besi besar berjajar di jalan Pasar Cerme menuju ke Metatu, Selasa (30/1/2018) pagi.

Aksi unjuk rasa dilakukan lantaran banyak buruh pabrik dan pelaku usaha yang kecewa atas didirikan tiang tiga besi (portal) yang dipasang oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Berbagai postur yang dibawa oleh para unjuk rasa yang bertuliskan. “Jalan Diperbaiki Bukan Diportal” , “Tolak Kebijakan Yang Tidak Pro Rakyat”, “Jalan Diportal Pabrik Tutup Kami Kerja Dimana”, dan “Jangan Tutup Mata Pencaharian Kami, Kami Butuh Makan“.

Tak puas Para pelaku usaha melakukan aksi unjuk rasa dilokasi pemasangan portal, dan merasa tidak ada tanggapan, puluhan buruh pabrik dari berbagai pabrik yakni SPS Batako wilayah Dungus, CV Aneka Jasa Teknik Wilayah Kandangan, PT. Bumi Mas wilayah Ngabetan, PT KSM dan Metal Hitek wilayah Kandangan, tepat jam 11.00 WIB mendatangi kantor Kecamatan Cerme, untuk menemui camat Cerme Suwartono.IMG20180130110638

Berselang berapa menit kemudian perwakilan unjuk rasa diperbolehkan masuk ke ruang camat dan ditemui langsung oleh Camat, Kapolsek Danramil, Sekcam dan Satpol PP.

Dalam perundingan tersebut awalnya sangat alot karena banyaknya permintaan yang dilontarkan oleh pengusaha dan para buruh, yang mengharapkan portal harus dibongkar, pasalnya bagi mereka dalam pemasangan portal pihak perusahan tidak ada pemberitahuan dan tidak ada sosialisasi.

“Saya hanya tahu dari beberapa media cetak dan Online, bahwa jalan tersebut akan diportal, karena akan diperbaiki. Ini penutupan portal yang dilakukan pemerintah secara sepihak ini sangat merugikan kami selaku pengusaha, apakah semacam seperti ini kebijakan pemerintah,” kata Antok salah satu pengusaha didalam ruangan kantor camat.

Lanjut Antok, dijalur tersebut banyak perusahaan yang berdiri dan banyak masyarakat yang bekerja di perusahaan. Namun bila tidak diberi jalan untuk mengangkut barang para buruh dan pelaku usaha merugi.

“Pemerintah harus mempunyai solusinya, sehingga tidak ada yang dirugikan. Kalau memang jalan tersebut diperbaiki sampai kapan batas waktunya untuk pembongkaran portal, ini kan belum jelas dari pemerinta,” ujarnya.

Semua itu kalau ada kebijakan seperti harus Sebanranya tahun kemarin sudah sianggarkan cuman didrop, namun tahun ini sudah dianggarkan.

Suwartono selaku camat Cerme menyampaikan dihadapan perwakilan pelaku usaha, dirinya meminta perusahaan harus mempunyai jiwa besar terkait jalan diberi portal. Memang tidak menutup kemungkinan pihak pelaku pengusaha merugi.

“Untuk saat ini perusahaan bisa melewati jalan alternatif yakni Benjeng Morowudi, sambil menunggu proses perbaikan. Dinas PU memasang portal karena jalannya banyak yang rusak, portal itu bukan permanen,” katanya.

Lanjut Suwartono, saya disini tidak punya wewenang terkait dipasangnya portal, itu bukan ranah camat. Camat hanya punya wilayah.

“Sementara untuk muatan mobil besar bisa lewat Metatu, Benjeng tembus Morowudi. Sedangkan untuk mobil coll disel masih bisa melewati jalan yang diportal. Sambil menunggu perbaikan dimanfaatkan dulu jalan Metatu tembus Morowudi,” ujarnya.

Sementara ditempat terpisah, menurut LSM Lembaga Pemantau Birokrasi (LPB) Novan, dengan pemasangan portal di wilayah depan pasar Cerme Lor adalah kurang tepat, karena menimbulkan sumber kemacetan dan menjadi sumber kecelakaan.

“Untuk itu harus dikaji ulang tentang pemasangan portal yang dekat dengan pertigaan. Kasihan pelaku usaha yang merugi akibat penutupan portal, karena ini harus mengekuarkan biaya tambahan untuk mengangkut barang,” katanya.

Lanjut Novan, kalau ini berdalih perbaikan pemerintah bisa memperbaiki dengan sistim buka tutup. Ini yang sangat saya sesalkan kenapa Dinas Pekerjaan Umum khususnya Bina marga harus ada actions dari masyarakat dulu baru dikerjakan.

“Kalau jalan dialihkan ke Morowudi belok kanan ke jalan Metatu, maka jalan itu akan hancur. Karena di Duduksampeyan  juga sudah dipasang portal. Saya harap pada Dinas Perhubungan dan Dinas PU untuk berkoordinasi bagaimana jalan solusinya yang terbaik,” pungkasnya. (jml)

Facebook Comments