Prilaku Aparat Kepolisian Terhadap Wartawan

0
178

Surabaya, Bratapos.com – Puluhan Wartawan mendatangi polsek Sukomanunggal Surabaya,  untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait pemberitaan media Berita Rakyat  Ade, yang berjudulkan “Wartawan wedus “

Para perwakilan dari beberapa Organisasi Pers antara lain SWI, KWRI, FPII dan berapa media antara lain OPSI, YALPK, Mitra Publik, Amunisi, SorottransX, Berita TKP, Surabaya Pos Kota, Berita Rakyat serta beberapa awak media lainya yang ikut mendatangai polsek Sukomanunggal.

Zam Zami selaku pimpinan redaksi media Berita rakyat dan juga sebagai mediator klarifikasi dan konfirmasi di Polsek Sukomanunggal, mengatakan, “permintaan maaf yang dilakukan oleh pihak Polsek ke PWI salah sasaran tidak semestinya harus ke PWI, karena tidak fair, karena insan pers bukan hanya milik PWI.” katanya.

masih menurut Zam Zami, “karena berita ini sudah tersebar di media online bahkan diberitakan diberbagai media di luar PWI, seharusnya pihak polsek melakukan konferensi pers secara terbuka.” ucapnya (25/01/17).IMG-20180125-WA0013

Kompol Suroso selaku Kapolsek Sukomanunggal mengatakan “bahwa perkataan yang dilontarkan anak buahnya Misdianto, kanitreskrim melalui wa ‘ terhadap saudara Ade, terkait klarifikasi judi ayam diwilayahnya dengan jawaban “Wartawan Wedus”, salah tombol”, lanjut Kompol Suroso “karena ada sahabatnya atas nama yudi minta dikirim kambing buat aqiqah anaknya , karena dalam perjalan sehingga terjadi salah pencet” katanya.

Ade, selaku wartawan berita rakyat mengatakan secara pribadi memaafkan kejadian tersebut asalkan semua teman jurnalis bisa bermitra dengan pihak polsek Sukomanunggal, katanya.

Chusaini salah satu wartawan Mitra Publik mengatakan kalau Iptu Misdianto bisa menujukan bukti wa salah kirim,  kami bisa terima dan jawaban dari Kanitreskrim itu tidak masuk akal , sudah kehapus itu saya rasa akal akalan saja, cetusnya.

Bahkan pernyataan sikap wa terhapus ditentang oleh Agus, Kabid Aksi organisasi pers Sindikat Wartawan Indonesia (SWI), pernyataan sikap Iptu Misdianto tidak bisa dipertangung jawabkan, tidak selayaknya seorang kanit reskrim yang seharusnya mengerti dan profesional malah dengan entengnya menjawab bukti wa kehapus, katanya.

Menurut Bayu lembaga FPII, Dedik Ketua umum SWI dan Chusaini, secara pribadi semua memaafkan akan tetapi, karena ini menyangkut profesi akan mengawal kasus tersebut. (red)

Facebook Comments