Dituntut Sama, Divonis Berat Sebelah

0
98

Gresik, Bratapos.com – Majelis Hakim Agung Ciptoadi kamis kemarin, (25/1/2018) gelar sidang pembacaaan putusan terhadap terdakwa Iip Bin Mutakin (21) dan Imanuel Boimau (40) yang tersandung kasus narkoba, yang gelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Keduanya diadili melanggar Pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, yakni setiap orang secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syarief Hidayat., SH menuntut terdakwa Iip bin Mutakin dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda 800 juta subsidair 8 bulan. Tuntutan yang sama diterima terdakwa Imanuel Boimau dari Jaksa Penuntut Umum Pompy Polansky Alanda., SH

Meski tuntutan dan pasal yang dijatuhkan terhadap kedua terdakwa sama, namun vonis yang dijatuhkan berbeda jauh. Iip Bin Mutakin divonis 4,5 Tahun penjara oleh Majelis Hakim, sedangkan Imanuel Boimau hanya divonis 1 tahun penjara.

Penasehat Hukum (PH) terdakwa Iip Bin Mutakin, Nazilatul Fitria Amri., SH langsung mengambil keputusan untuk pikir-pikir mendengar putusan yang diterima kliennya. “Kami mengambil langkah untuk pikir-pikir, karena pada saat pembelaan kami minta pembebasan terhadap terdakwa Iip Bin Mutakin namun putusan hakim masih terlalu tinggi buat kami”. Ujarnya

Dalam fakta persidangan keduanya sama-sama belum pernah dihukum dan keduanya sebagai tulang punggung keluarga. Ironisnya hukuman yang dijatuhkan berat sebelah.

Perlu diketahui, terdakwa Iip Bin Mutakin jadi pesakitan setelah ditangkap Sat Narkoba Polres Gresik saat membawa narkoba di jalan raya kartini kebomas (10/7/2017). Setelah dilakukan pengeledahan polisi menemukan barang bukti shabu-shabu seberat 0,43 gram. Sedangkan terdakwa Imanuel Boimau diringkus oleh Polsek Cerme pada hari Selasa (29/7/2017) sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Kedamean Gresik, saat mengkonsumsi shabu. Polisi menemukan barang bukti shabu-shabu 0,25 gram sisa dipake. (jml)

Facebook Comments