Aksi Tanam Pohon Pisang, Bentuk Kecaman Terhadap Dinas PU Bina Marga Gresik

0
1033

Gresik, Bratapos.com – Sepanjang jalan raya Kabupaten, di desa Kandangan, Kecamatan Cerme-Gresik mengalami rusak parah. Penyebabnya banyak kendaraan bermuatan tinggi lebih dari tonase yang melintasi jalan tersebut, dan juga ditambah dengan tergerusnya air hujan, sehingga jalan sepanjang 3 km semakin rusak parah.

Melihat jalan raya rusak parah, Kepala Desa (kades) Kandangan bersama masyarakat melakukan aksi tanam pohon pisang. Dalam aksi tanam pohon pisang di jalan raya yang rusak adalah salah satu bentuk kecaman terhadap Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang lambat mengatasi jalan yang rusak Jum’at, (26/1/2018).

Alwi kepala desa Kandangan saat di temui dilokasi mengatakan, aksi tanam pohon pisang ini sengaja kita lakukan, karena tak sedikit penguna jalan roda dua yang melintas di jalan tersebut mengalami kecelakaan atau terjatuh akibat lubang di ruas jalan yang rusak parah.

”Apabila tidak ada respon dari pemerintah kabupaten, hari Senin (29/1/2018) saya bersama masyarakat akan melakukan pengecoran disetiap lubang-lubang, karena kami sangat perihatin dan kasihan pengendara yang jatuh .” Ungkapnya.

????????????????????????????????????

Lanjut Alwi, yang kami lakukan ini bentuk protes terhadap pemerintah daerah khususnya dinas PU, lantaran jalan raya 30 km berlubang dibiarkan, setiap hari mengalami terjadi kecalakaan bahkan sampai ada meninggal, rata-rata anak sekolah yang mengalami kecalakan.

“Selasa kemarin tanggal 23 saya diundang ke PU bahas untuk menyikapi jalan tersebut, dari hasil rapat, jalan rencananya akan diportal untuk perbaikan jalan, namun sampai sekarang janji untuk perbaikan jalan sampai (hari ini red) tidak diperbaiki.” keluhnya.

Sementara ditempat terpisah, Samsul sebagai koordinator bina marga (URC perbaikan jalan raya) Pekerjaan Umum ketika di konfirmasi melalui hubungan telepon seluler mengatakan, bahwa jalan tersebut bukan wewenangnya.

“Itu bukan wewenang kami lagi sejak  bulan ini mas, karena dana e habis dan itu sekarang pean konfirmasi ke bu Ida ae.” Ungkapnya.

Dikesempatan yang sama ketua LSM LPB (Lembaga Pemantau Birokrasi) , Novan menyampaikan, kami sangat setuju apa yang dilakukan kepala desa Kandangan yang melakukan tindakan yang prefentif mengatasi pengurukan sementara.

“Apa yang diperbuat kades membantu masyarakat banyak, untuk itu pemerintah kabupaten harus segera turun menangani jalan yang rusak, karena banyak pengendara roda dua terutama anak sekolah yang jatuh akibat menghindari lubang.” tuturnya.

Tahun lalu tepatnya hari Rabu, (20/12/2017) Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik lounching Aplikasi Layanan Pengaduan Pengguna Jalan (APALAN) di halaman Gelora Joko Samudro. Dimana Aplikasi tersebut untuk memudahkan masyarakat mengadukan terkait adanya jalan yang rusak dan berlubang. Sehingga masyarakat bisa mengadukan kapanpun dan dimanapun.

Namun bagi kalangan masyarakat aplikasi tersebut belum bisa memberikan pelayanan maksimal untuk mengatasi jalan yang berlubang. Buktinya jalan berlubang dibiarkan tidak kunjung diperbaiki. “Sampai pak Kades tanam pohon pisang dan lepas ikan lele serta menguruk dengan sirtu sendiri.” kata Novan. (jml)

Facebook Comments