Pemilihan Perangkat Desa Menunggal Kedamean, Disinyalir Kong Kalikong

0
348

Gresik, Bratapos.com – Pelaksanaan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) di dua Desa, yakni Desa Menunggal dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik dinilai janggal oleh sebagian masyarakat dan LSM LPB (Lembaga Pemantau Birokrasi) yang tidak transparan dalam tes ujian. Merekapun melayangkan surat aduan kepada DPRD Gresik dan Bupati Gresik.

Atas adanya kejanggalan yang dilakukan oleh Panitia Pelaksana Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa di Kecamatan Kedamean saat tes ujian mendapat tanggapan serius oleh LSM LPB. Saat dikonfirmasi ketua LSM LPB Novan mengatakan, pelaksanaan tes ujian calon perangkat Desa Manunggal dan desa Banyu Urip Kecamatan Kedamean dilaksanakan di gedung SMPN 1 Kedamean. Pada tes ujian dilaksanakan selama dua hari, mulai hari Senin dan Selasa tanggal 08 dan 09 januari 2018.

“Namun ironisnya pada saat tes ujian akan segera dimulai Panitia P3D tidak nampak satu pun di ruang tes ujian, bahkan untuk pembagian soal ujian serta mengawasi peserta ujian sampai hasil tes ujian yang ada di ruang tes ujian dari lembaga (Media Hati). Ini sangat janggal atas tes ujian P3D ini, panitia pemilihan P3D ini diindikasi kong kalikong dengan (Media Hati).” kesalnya saat ditemui di ruang kerjanya Minggu, (21/1/2018).IMG-20180121-WA0016

Lanjut Novan, tes ujian kedua pada tanggal 09 januari 2018 dengan materi tes diskusi kelompok dan wawancara yang dimulai dari jam 08.00 s/d jam 13.00 WIB. Ironis memang yang melaksanakan tes tersebut dari pihak ketiga (Media Hati), panitia P3D hanya memantau dari luar ruangan.

“Padahal apa bila kita mengacu Perbup (peraturan bupati) Gresik Nomor 19 Tahun 2017, pelaksanaan P3D di Desa Menunggal dan desa Banyu Urip cacat demi hukum, karena sudah melanggar pasal 24 ayat 1, 2 dan 3. Kami akan mengusut, karena tidak adanya fungsi dari panitia P3D dalam pelaksanaan penjaringan perangkat desa tersebut.” ancamnya.

Novan menambahkan, pada hari yang sama tepatnya pada hari selasa 09 januari 2018 panitia mengantarkan undangan kepada seluruh peserta agar datang ke balai desa jam 19.00 WIB untuk mendengarkan pengunguman (undangan terlampir). Hasil tes ujian dikoreksi oleh panitia P3D dan pihak k tiga (Media Hati) di tempat tertutup (ruang perpustakaan) SMPN 1 Kedamean.

“Pemilihan perangkat Desa Menunggal harus diulang, karena kami anggap kurang transparan. Banyak kejanggalan yang ditemukan kami atas tes ujian yang berlangaung selama dua hari. Kami akan melaporkan temuan ini ke DPRD Gresik agar memanggil pihak yang terkait.” sambungnya.

Tim investigasi media Brata Pos mencoba menghubungi ketua panitia P3D Setyawan, melalui telepon seluler, berniat untuk konfirmasi terkait panitia p3d yang tidak nampak di ruang tes ujian, namun telepon selulernya tidak aktif.

Terpisah ketika Kepala Desa Menunggal Setya Dwi Iryant dan camat Kedamean Suryo Wibowo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya enggan berkomentar banyak, namun keduanya sempat memberikan stetmen sebelum telepon seluler ditutup.

“Dirinya berkilah, Pemilihan perangkat Desa Menunggal aman-aman saja jadi tidak ada masalah.” singkat camat Kedamean, Suryo. (jml)

Facebook Comments