Jaksa Menilai Alasan Terdakwa Edy Tidak Logis

0
147

Gresik, Bratapos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik kembali menggelar sidang pemalsuan akte kelahiran dengan terdakwa Edy Suswanto (37) warga Siwalan Indah W-39 RT 01 RW 09 Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik Kamis, (18/1/2018).

Sidang yang diketuai majelis hakim Bayu Soho itu, beragendakan pemeriksaan terdakwa. Dalam pemeriksaan terdakwa didalam persidangan, terdakwa saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky Alanda terkait waktu itu saat dimintai keterangan oleh penyidik status terdakwa. Terdakwa berbelit-belit saat menjawab pertanyaan jaksa, jaksa menilai banyak kejanggalan ditemukan di persidangan jawaban dari terdakwa.

“Status saya waktu itu tersangka, saya akan dites DNA oleh penyidik namun saya tolak, karena saya beralasan tes DNA itu tidak diatur dalam UU KUHAP.” dalihnya.DSC_0016

Ditanya soal pernikahan terdakwa oleh majelis hakim Bayu, apakah Gusti Hartono dan Suyati hadir dalam pernikahan terdakwa.

“Pak Gusti dan Bu Suyati hadir.” kata terdakwa. Padahal menurut saksi sebelumnya yang dihadirkan oleh JPU dihadapan majelis hakim saksi menerangkan bahwa pak Gusti dan bu Suyati tidak hadir. Sehingga jaksa menilai keterangan terdakwa alasannya tidak logis.

Lebih jauh JPU melontarkan pertanyaan terkait BAP (berita acara pemeriksaan) pertama yang tidak mengaku sebagai anak angkat dari Gusti Hartono.

“BAP pertama saya dipaksa oleh orang dan waktu itu saya buta hukum. Jadi kalau ada orang menyuruh saya nyemplung sumur pun saya laksanakan.” elaknya.

Selesai sidang Jaksa Penuntut Umum Pompy Polansky Alanda mengatakan, alasan terdakwa tidak diatur UU, padahal terdakwa orang awam tidak ngerti hukum. Saya kira alasannya tidak logis, itu sudah ada penetapan dari pengadilan.

“Soal BAP pertama terdakwa tidak mengakui itu haknya terdakwa, karena terdakwa punya hak ingkar. Soal penyidik tidak berwenang, terdakwa itu ngawur. Kan sudah ada penetapan pengadilan, itu secara hukum sah.” tutup Pompy. (jml)

Facebook Comments