Tuntutan Jaksa Janggal, Hanya Tiga Puluh Butir Dituntut 1,6 Tahun, 535 Butir Dituntut 1 Tahun

0
214

Gresik, Bratapos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik menggelar sidang perkara peredaran obat-obatan terlarang jenis pil dobel L atau yang disebut (pil koplo) Selasa, (9/1/2018).

Sidang yang berlangsung di ruang Cakra dengan terdakwa Ahmad Qomaruddin (18) asal Dusun Munggugebang RT 02 RW 01, Kecamatan Benjeng – Gresik itu, dengan agenda tuntutan dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) Fajar Seto Nugroho dari Kejaksaan Negeri Gresik.

Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara kepemilikan barang haram jenis pil koplo itu diketuai Herdiyanto Sutantyo dengan didampingi dua anggota hakim.

Dalam perkara ini, terdakwa dinyatakan bersalah terbukti secara sah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan obat-obatan terlarang tanpa ijin resmi, dan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Dalam sidang tersebut, terdakwa dituntut oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) Fajar Seto Nugroho melakukan tindak pidana kesehatan dengan pasal 197 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang kesehatan.

“Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun, 6 (enam) bulan, dan dikurangi selama terdakwa di dalam tahanan,” ucapnya.

JPU juga menuntut pidana denda terhadap terdakwa sebesar tiga juta rupiah, subsider empat bulan kurungan, imbuhnya.IMG20180109144403

Dalam sidang terbuka itu, setelah surat tuntutan dibacakan JPU, Ketua Majelis Hakim memberikan kesempatan pada terdakwa untuk konsultasi pada Penasehat Hukum dari Posbakum PN Gresik yaitu Nazilatul Fitria Amri., SH.

Tak lama kemudian penasehat hukum terdakwa menyampaikan pada majelis hakim, mohon ijin yang mulia saya menanggapinya tuntutan dari JPU secara tertulis. “Mohon saya beri waktu satu minggu untuk menanggapi tuntutan JPU,” cetusnya.

Berselang beberapa menit ketua majelis hakim meminta pendapat pada kedua anggota hakim, dan diputuskan sidang ditunda hari Selasa pekan depan (16/1/2018).

Namun menariknya dalam kasus ini terdakwa Ahmad Qomaruddin yang membeli pil koplo sebanyak 35 butir ke terdakwa Sukartini yang sudah divonis hakim Putu Mahendra Selasa, (2/1/2018) dijatuhi pidana kepada terdakwa Sukartini dengan pidana penjara 9 bulan denda 5 juta subsider 1 bulan.

Padahal terdakwa Sukartini bandar pil koplo dengan kepemilikan 535 butir, hanya dituntutan jaksa Pujo S Wardoyo, dimana dalam tuntutannya jaksa, menuntut terdakwa 1 tahun penjara dan denda 5 juta subsider 3 bulan.

Perlu diketahui terdakwa Ahmad Qomaruddin ditangkap Unit Reskrim Polsek Balongpanggang pada hari Rabu, Tanggal 23 Agustus 2017 sekitar jam 19.30 WIB di Desa Metatu Benjeng Gresik. Barang haram jenis pil koplo itu diperoleh dari Sukartini berkas terpisah yang sudah divonis 9 bulan dengan kepemilikan 535 butir pil koplo. (jml)

Facebook Comments