Pengedar Pil Koplo, Hanya Divonis 9 Bulan Penjara

0
199
penasehat hukum terdakwa , Nazilatul Fitria Amri., SH saat konsultasi dengan terdakwa.

Gresik, Bratapos.com – Terdakwa Sukartini wanita umur (40) warga desa kedungsumber kecamatan Balongpanggang-Gresik bernafas lega, saat mendengar vonis yang dibacakan mejalis hakim Putu Mahendra. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai penjaga warung di desa Kedungsumber diadili di PN (Pengadilan Negeri) Gresik lantaran kasus┬ákepemilikan 512 butir pil koplo jenis pil doble L.

Sidang yang diketuai majelis hakim Putu Mahendra mengagendakan pembacaan putusan yang digelar di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Gresik Selasa, (2/1/2018).

Dalam amar putusannya, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melawan hukum serta menyalahi aturan pemerintah menyediakan farmasi / alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 196 dan pasal 197 undang-umdang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Sukartini dengan pidana penjara 9 bulan denda 5 juta subsider 1 bulan,” katanya majelis hakim Putu Mahendra saat membacakan amar putusannya.

Hal-hal yang memberatkan kepada terdakwa lanjut Putu, terdakwa dengan sengaja mengedarkan, menyediakan farmasi / alat kesehatan yang tidak memiliki ijin serta tidak memenuhi standar dan / atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu.

“Namun hal-hal yang meringankan, terdakwa selama menjalani persidangan berbuat sopan dan terdakwa menyesali atas perbuatannya,” ujarnya.

terdakwa Sukartini saat meninggalkan ruang sidang
terdakwa Sukartini saat meninggalkan ruang sidang

Kendati demikian Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa Pujo S Wardoyo, dimana dalam tuntutannya jaksa, sidang sebelumnya menuntut terdakwa 1 tahun penjara dan denda 5 juta subsider 3 bulan.

PH (Penasrhat Hukum) terdakwa, Nazilatul Fitria Amri., SH dan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Pujo S Wardoyo, kompak menyatakan dihadapan hakim untuk pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

Perlu diketahui, awal kejadian terdakwa berurusan dengan polisi polsek Balongpanggang berkat nyanyian dari tersangka Qomarudin berkas terpisah, dimana tersangka Qomarudin baru saja membeli pil koplo dari tersangka Sukartini pada hari Rabu, (23/8/17) lalu sekitar jam 20.30 wib.

Lalu polisi bergerak cepat menangkap tersangka Sukartini dan menemukan barang bukti doubel “L” warna putih sejumlah 512 (lima ratus dua belas) butir di kandang ayam belakang warung tersangka. (jml)

Facebook Comments