Wanita Paruh Baya Mencari Keadilan Di PN Lamongan

0
100

Lamongan, Bratapos.com-Mariam (83) warga dukuh Samben, Desa Jegrek, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan terus berjuang demi mendapatkan keadilan. Perjuangan wanita paruh baya tersebut dibuktikan, dirinya setiap persidangan selalu menyempatkan diri hadir ke Pengadilan Negeri (PN) Lamongan untuk mengikuti persidangan, meskipun sudah sulit untuk bernafas dan jalan pun didampingi anak-anaknya, namun tidak patah semangat untuk mengukuti jalannya persidangan.

Wanita yang sudah penglihatannya tidak seberapa mengenali orang dengan jelas, rela bolak balik ke pengadilan setiap satu minggu, bahkan jalan menuju ruang sidang didampingi oleh anak-anaknya akibat ulah Sri Rus (tergugat) warga dusun Samben, desa Jegrek, Kecamatan Lamongan yang mengklaim tanahnya Mariam yang sekarang ditempati, ironisnya Srirus sudah mempunyai letter c dan menunjukan surat letter c yang dibuat oleh kades (kepala desa) Jegrek.

Sidang yang diketuai majelis hakim Ery Acoka Bharata, hakim anggota l Jantiani Longli Naetasi, hakim anggota ll Agusti Hadi Widarto, beragendakan pemeriksaan bukti dari Mariam (penggugat) yang digelar di ruang cakra Rabu, (20/12/17).

Ironisnya Sri Rus (tergugat) tanah yang seharusnya milik Mariam sudah dibungan, bahkan Mariam tidak diberikan akses jalan oleh Sri Rus. Padahal menurut pengakuan pihak keluarga Mariam, tanah tersebut tidak merasa menjual ke siapapun.diketuai majelis hakim Ery Acoka Bharata, hakim anggota l Jantiani Longli Naetasi, hakim anggota ll Agusti Hadi Widarto.

Awal kejadian sampai kasus itu dimeja hijaukan kesal dengan penutupan akses jalan yang dilakukan oleh Sri Rus yang menuju ke rumah Mariam. Tak terima jalan menuju rumahnya ditutup kurang lebih mulai tahun 2013, Mariam dengan Sri Rus sempat ada perselisihan karena menurut Mariam jalan itu statusnya masih atas nama Said Singoastro (almarhum) yang tak lain orang tua dari Mariam.

Said Singoastro pemilik tanah dikaruniai 3 orang anak, yaitu Wasinah, Mariseh, dan Mariam, namun anehnya nama Mariam tidak tercantum di surat letter c desa dan berganti nama Sri Rus. Menurut keterangan dari perangkat Desa Jegrek ada peralihan hak tapi pihak Mariam tidak dilibatkan dalam peralihan Hak karena Mariam adalah orang awam benar-benar aneh pernyataan dari perangkat desa. Sampai saat ini perangkat Desa belum bisa memberikan keterangan baik di persidangan untuk jadi saksi maupun secarah tertulis. Ada kejanggalan dalam kasus persengketaan tanah atas milik Said Singoarto seakan-akan penuh dengan rekayasa dan sarat kepentingan.

Pada Bulan November tahun 2014 kasus ini pernah masuk di PN Lamongan sampai persidangan putusan, namun pihak Mariam di nyatakan kalah oleh Majelis Hakim, dan nenek Mariam mengajukan Banding di Pengadilan Tinggi, namun di tolak karena yang mengajukan gugatan adalah Warti anak dari Mariam, lantas nama gugatan yang berhak adalah Mariam sehingga pada sidang gugatan yang ke 2 yang manggugat adalah Mariam sampai saat ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Lamongan.

Adi Susanto., SH. Kuasa Hukum keluarga Mariam, usai sidang dirinya terus memperjuangkan haknya nenek Mariam, karena langkah saya benar untuk memperjuangkan nenek Mariam yang mencari keadilan, katanya.

Sementara Sumiarsih anak dari Mariam setelah selesai sidang, dirinya terus berusaha mendampingi dan membantu untuk mencari keadilan dan kebenaran yang selama ini dizholimi perangkat desa yang kurang adil.

“saya sudah datang 4 kali ke kantor kepala desa untuk mencari solusi namun yang kita dapat dari kepala desa Jegrek yaitu Widodo ucapan yang tidak pantas yang seharusnya tidak dikeluarkan dari dirinya. karena waktu saya datang ke kantor kepala desa kasdes mengatakan, saya males ngurusi keluarga mariam,” katanya menirukan perkataan kades.

Sumarsih mengharapkan pada majelis hakim yang memeriksa kasus ini untuk bijaksana mengambil keputusan.

“karena saya sudah dizholimi oleh kepala desa dan penggugat, karena jalan akses masuk ke rumah sudah dibuntu. Jadi saya mohon kepada majelis hakim memutuskak seadil-adilnya dan bijak,” harapnya. (jml)

Facebook Comments