Sidang Kasus Pencurian Ditemukan Banyak Kejanggalan

0
133

Surabaya, Bratapos.com-Syaifudin Ghozali (25), warga Jl. Imam Bonjol No 3, kelurahan Citrodiwangsa, Lumajang, terdakwa yang terjerat dalam kasus percobaan pencurian, setelah Jaksa penuntut umum (JPU) Gusti Putu Karmawan dari Kejari Sukomanunggal Surabaya telah mendakwakan pasal 363 ayat 1ke-3 Jo pasal 53 ayat 1 KUHAP.

Sidang sebelumnya yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya tersebut, JPU Gusti Putu Karmawan yakni  agenda keterangan saksi perkara.

Seperti isi dakwaan yang diketauhi oleh majelis hakim Hisbullah, bahwa berawal dari terdakwa bermaksud mencari temannya bernama Yusup. Kemudian terdakwa (Syaifudin) berboncengan dengan Heri dan berhenti minum  kopi di tempat bilyar. Lalu  terdakwa meminta saudara Heri untuk menunggu sepeda motor SupraX warna hitam miliknya, sedangkan terdakwa berjalan berkeliling mencari temanya (Yusuf ) hingga sampai di lokasi Warkop di Jl. Wisata Menanggal Surabaya.

Tiba-tiba Syaifudin (terdakwa), melihat sepeda motor Yupiter Z tahun 2009 warna merah milik korban yakni Budiono yang sedang diparkir di tempat warkop dengan kuci kontak yang masih tertinggal di motor. Terdakwa, lalu ada timbul niat mencuri motor itu. Kemudian terdakwa digelandang ke Polsek Gayungan untuk di introgasi demi kepentingan penyidikan.

Kendati, Ridwan Shaleh SH, MH sebagai penasehat hukum terdakwa Syaifudin, mengatakan,” sebenarnya hari Kamis siang  (21/12) ini ada sidang dan agendanya masih keterangan saksi korban” jelasnya dengan nada kesal, karena ditunda.

“Anehnya dalam perkara ini sering kali dilakukan penundaan dan penundaan sidang siang ini, Kamis (21/12) sudah ke enam kalinya. Yang sangat disayangkan dalam penundahan, pihak JPU tidak ada pemberitaihan atau koordinasi kepada kami,” jelas PH terdakwa.

Sering kalinya penundaan sidang tersebut dapat disinyalir, bahwa sidang dengan perkara kasus dengan pasal 363 ayat (1) ke-3 Jo pasal 53 ayat 1 KUHP, ada dugaan di sekenario atau persekongkolan oleh JPU Kejari Surabaya yaitu Gusti Putu Karmawan, SH dengan hakim.

Tambah penasehat lain, Zaibi Susanto, SH. MH  Direktur Hukum LP.KPK Jatim ” Detilnya Sprint Penyidikan 20 hari yaitu tanggal 21/8/2017 samai dengan tanggal 9/9/2017 sprintnya ada. Dan  Sprint Penahanan perpanjangan JPU 40 hari tanggal 10/9/2017 sampai dengan 19/10/2017 Sprintnya juga ada, tetapi Sprint  penahanan seharusnya 20 hari dan perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri  sesuai pasal 25 KUHAP suratnya kami belum terima hingga hari kemarin, ” tambahnya.

Tambahnya lagi,” dari sinilah sepertinya ada hal yang janggal, untuk Kami protes dalam sidang kepada Majelis tanggal 7/12/2017 dan Jaksa diperintahkan oleh Ketua Majelis agar JPU check suratnya di Rutan dan Sprint Penahanan tsb baru kami terima tgl 14/12/2017 dari JPU katanya dari Rutan tanggal 14 Minggu lalu. (sumber berita dari media Patroli, Irul, red)

Facebook Comments