Pengedar pil koplo jenis pil doble “L” dituntut ringan

0
75

Gresik, Bratapos.com-Terdakwa Sukartini (40) warga desa kedungsumber kecamatan Balongpanggang diadili di PN (Pengadilan Negeri) Gresik dengan kasus kepemilikan 512 butir pil koplo jenis pil doble L. Sidang yang diketai majelis hakim Putu Mahendra mengagendakan pembacaan tuntutan dari JPU (jaksa penuntut umum) dari kejari (kejaksaan negeri) Gresik, Pujo S. Wardoyo.

Terdakwa bisa bernafas lega, lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pujo S Wardoyo menuntut ringan. Dalam tuntutannya, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik itu hanya menuntut terdakwa dengan hukuman satu tahun dibui.

Dalam surat tuntutannya jaksa, terdakwa menyediakan farmasi/alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar, sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dan pasal 197 undang-undang RI no.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Menjatukan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda 5 juta, subsider 3 bulan,” katanya.DSC_0386

Hal-hal yang meringankan terdakwa lanjut JPU, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa juga selama menjalani serangkaian persidangan bersikap sopan, dan terdakwa menyesali perbuatannya, sambung Pujo.

Namun tuntutan jaksa jauh dari dakwaannya, dimana dalam dakwaannya, bahwa barang haram doubel “L” (pil koplo) warna putih dibeli dari terdakwa Sukartini pada hari Rabu, (23/8/17) lalu sekitar jam 20.30 wib.

“Lalu polisi bergerak cepat menangkap terdakwa Sukartini dan polisi menemukan barang bukti doubel “L” sejumlah 512 (lima ratus dua belas) butir di kandang ayam belakang warung,” katanya di ruang sidang cakra.

Lanjut JPU, terdakwa dengan sengaja mengedarkan dan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 196 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah),” pungkasnya.

Pujo S Wardoyo jaksa penuntut umum saat dikonfirmasi ditanya wartawan soal tuntutannya meringankan terdakwa, fakta-fakta dalam persidangan terdakwa menyesali perbuatannya dan juga mempunyai seorang bayi.

“lagi pula barang bukti hanya 512 butir, baru kalau sampai 1 ton kami tuntut lebih tinggi. Terdakwa tidak pernah dihukum dan sopan dalam persidangan. Pasal 197 sudah pas untuk terdakwa,” ucapnya. (jml)

Facebook Comments