Kasus dugaan pemalsuan akte kelahiran dengan terdakwa Edy terus bergulir

0
91

Gresik, Bratapos.com-Kurang lebih 1 bulan Pengadilan Negeri (PN) Gresik sempat tunda sidang, lantaran ketua majelis hakim Bayu Soho yang memeriksa dan mengadili terdakwa Edy Suswanto dugaan kasus pemalsuan akte kelahiran ikuti diklat. Akhirnya Kamis, (23/11/17) kembali digelar di PN Gresik dengan agenda sidang mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh terdakwa.

Sidang kurang lebih yang ke enam itu Terdakwa Edy Suswanto (37) warga siwalan indah W-39 RT 01 RW 09 Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik menghadirkan 2 orang saksi. Dua orang saksi itu bernama Christina dan Tutik. Chistina sendiri diketahui karyawan dari Gusti Hartono, sedangkan Tutik kakak dari Gusti Hartono.DSC_0013

Ditambahkan dengan keterangan Tutik, dihadapan majelis mengatakan, sekitar tahun 1990 Gusti beserta Suyati (pasutri) datang kerumahnya waktu lebaran dan membawa anak laki-laki waktu itu sekitar umur 4 tahun.

“Saya bertanya pada Gusti itu siapa (Edy), ini namanya Edy anak saya namun Edy ini hasil buah perkawinan sirih waktu saya masih di Palembang, dan Edy ini dari dari lahir sampai umur 4 tahun saya titipkan ke panti asuhan di Blitar. Setelah Edy umur 4 tahun saya ambil karena pekerjaan saya sudah mapan,” katanya.

Keterangan kedua saksi diperkuat dengan tanggapannya terdakwa. Faktanya memang begitu majelis, bahwa saya anak kandung dari pak Gusti dan ibu saya bernama Suyati. Namun saya hasil buah perkawinan nikah sirih,” kata Edy.

Akhirnya ketua majelis hakim menutup sidang. Dan sidang akan digelar pekan depan yang mengagendakan keterangan saksi. (jml)

 

 

Facebook Comments