Peninggalan sejarah yang harus di jaga dan dilestarikan

0
40

Surabaya, Bratapos.com-Tim kuasa hukum KBRS (Komonitas Bambu Runcing Surabaya) yang terdiri dari Okky F.S., S.H., Ida Bagus Adie Harymbawa.S.H., Heroe Maksono S.H., Mudji Utomo, S.H., Abdus Salim, S.H., resmi laporan ke Polda Jatim atas pembongkaran masjid AS ASAKINAH yang ada di kawasan komplek balai pemudah. Senin, (20/11/17).

Laporan yang berdasar surat kuasa khusus tertanggal 10 November 2017, untuk mendampingi atau mewakili pelapor yaitu, Isa Ansori, Slamet Santoso, Agus Solikhin, Ir. Saiful, Sungkono Ari, Hasanudin, Nur Saudah, Yanto, Eko Prihantono, Edi Firmanto, Teguh Swanto, Budi Setyawan, Zainal Abidin, Miftachul Huda, Abu Nansor dan Hendrik.

Menurut salah satu kuasa hukum Okky F. S, SH mengatakan, berkaitan dengan halIMG-20171105-WA0027IMG-20171120-WA0016 tersebutkan diatas, kami ingin menyampaikan dasar – dasar hukum atas bentuk pelaporan tindak pidana tersebut. Bahwa berkaitan dengan menyikapi pembongkaran dan/atau penghancuran Masjid di Komplek kawasan Cagar Budaya Balai Pemuda. Maka pelapor yang notabene adalah Mewakili Kelompoknya bernama KOMUNITAS BAMBU RUNCING SURABAYA (KBRS). Serta pelapor  (KBRS) pada medio tertanggal 8 November 2017 sampai 19 November 2017 menyaksikan.

Melihat, adanya tempat ibadah salah satu umat beragama di Indonesia yakni Masjid yang bernama Msjid AS SAKINAH telah dihancurkan. Bahwa dengan subjek hukum pelapor KBRS pada medio tertanggal tersebutkan pada poin 2 sudah menemukan 2 alat bukti yang cukup untuk melakukan perbuatan hukum dan/ atau upaya hukum pelaporan tindak pidana yang diduga berbentuk penistaan dan/atau memusuhi salah satu agama yang sah di Indonesia.

Sedangkan poin 4. Bahwa kami sebagai tim kuasa hukum KBRS Mendampingi untuk melakukan pelaporan dugaan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud pada pasal 156 KUHP tentang permusuhan terhadap suatu golongan agama yang dianut secara sah di Indonesia,”  jelasnya.

Gedung cakar budaya merupakan peninggalan para pejuang yang kita rawat dan kita lestarikan, karena itu semua sebagai tanda napak tilas para pahlawan. (Bnd)

 

Facebook Comments