Warga Panglima Sudirman geruduk kantor kecamatan gresik

0
46

Gresik, Bratapos.com-Kantor Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik didatangi wanita yang berpakaian hijab yang bernama Sri Wahyuni Ariswati (49) bersama dengan keluarga ahli waris dari bapak R. Moch Said Rachmad Alm warga jalan panglima sudirman gang XIV kelurahan Sidokumpul, kecamatan Gresik, kabupaten Gresik Kamis, (17/11/17).

Ahli waris yang terdiri dari 4 orang itu disambut oleh sekcam (sekretaris kecamatan) H. Efendi diruangannya. Tidak hanya ahli waris yang datang ke kantor kecamatan Samsudin yang diduga nyamplok tanah peninggalan dari bapak R. Moch Said Rachmad Alm dan Umaya sebagai Lurah Sidokumpul juga hadir dalam mediasi.

Kedatangan mereka ke kantor kecamatan kaitannya dengan surat yang dilayangkan oleh ahli waris dengan memohon untuk mediasi dengan Syamsudin yang mengaku-ngaku mempunyai sertifikat dari no. persil 919.

Didalam ruang sekcam Sri Wahyuni beserta keluarganya beberkan bukti kepemilikan seperti Petok D pesil 919 yang belum tercoret mmasih utuh atas nama R. Moch Said Rachmad. Suasana sempat memanas saat Samsudin mengeluarkan kata-kata bahwa tanah seluas 180 meter persegi sebagian sudah dijual. Sontak mendengar pernyataan dari Samsudin ahli waris emosi, namun aksi memanas bisa dilerai oleh Sekcam.

Sekcam pun cecer beberapa pertanyaan pada Samsudin dasarnya apa jenengan jual tanah dan bongkat bangunan mana bukti kepemilikan atas tanah yang jenengan jual. Samsudin tidak berkutik lantaran tidak bisa menunjukan bukti-bukti. Saya menjual tanah tersebut berdasarkan kutipan buku leter C dari persil 919, dan surat-suratnya saya serahkan pada pembeli,” dalihnya Samsudin.

Sekcam Gresik menyampaikan pada Sri Wahyuni bahwa petok D yang ditunjukan pada dirinya itu benar-benar asli dan menurut bukti dari petok D luas tanah 180 meter persegi masih sah atas nama R. Moch Said Rachmad,” katanya.

Hasil mediasi yang berlangsung hampir 2 jam ini, Camat Gresik Nurul Puspita Wardani yang diwakilkan Sekcam mengatakan pada Sri Wahyuni meminta agar segera diurus sertifikat sehingga hasil dari pengukuran dari BPN jelas berapa luas tanahnya, apakah sesuai dengan petok D apakah berkurang, itu nanti kita lihat semua hasil dari pengukuran, katanya.

Mencuatnya kasus ini bermula sekitar bulan juli 2017, bahwa Sri Wahyuni Ariswati sebagai ahli waris dari R. Moch Said Rachmad Alm dapat kabar dari tetangga, bahwa tanah beserta bangunannya seluas 180 meter persegi dengan no. persil 919 sudah dijual oleh Syamsuddin.

Merasa rumahnya yang sekarang ditempati sejak tahun 1970 sampai sekarang tidak pernah menjual kepada siapapun, dirinya langsung menemui Samsuddin. Namun bukan kata-kata yang manis keluar dari Samsudin, melainkan keluar kata-kata. “kamu harus pindah dari rumah yang kamu tempati karena itu bukan rumah ayah kamu (R. Moch Said Rachmad Alm),” katanya Sri Wahyuni yang menirukan kata-kata Samsudin.

Setelah rumahnya separuhnya dalam mondisi terbongkar yan dilakukan Samsudin dan melihat kondisi rumahnya hancur, lalu saya mengadu pada polres Gresik dengan membawa bukti petok D asli, surat riwayat tanah dan PBB dan surat-surat pendukung lainnya.” jelasnya.

Sri Wahyuni dalam pengaduannya ke Polres Gresik bahwa terkait ulah Samsudin yang melakukan pengerusakan dan penyerobotan tanahnya. Sampai saat ini kasusnya sudah ditangani oleh polres gresik dan sudah memanggil beberapa saksi, Bersambung. (jml)IMG20171117093144

Facebook Comments