Kades Banyuwangi Manyar, Jual Tanah Negara

0
63

GRESIK, BrataPos.com – Sebanyak 5 orang warga desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik gruduk ke Kantor Polres Gresik Kamis, (9/11/17) sekitar jam 09.00 Wib. Mereka mempertanyakan perkembangannya terkait kasus Tanah Negara (TN) yang dijual oleh kepala desa Banyuwangi, Arif Afandi.

Sebelumnya warga melaporkan kades Banyuwangi tanggal 21 Juli 2017 yang menjual Tanah Negara atau tanah GG ke PT AKR tahun 2016 silam. Sehingga warga mendatangi Polres untuk mempertanyakan perkembangannya penyidikan. Karena warga menilai penyidikan “MELEMPEM”. warga merasa kecewa atas kinerja pihak penyidik Polres Gresik.

Lima orang warga itu langsung masuk ke ruang Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Sat Reskrim Polres Gresik, yang ditemui langsung oleh Kanit Idik II Ipda Tomi Kurniawan.

Kanit Idik II Ipda Tomi Kurniawan mengatakan, bahwa setelah kami didatangi oleh warga, kami mendapatkan informasi tambahan terkait Hadi yang menguasai lahan TN tersebut selama 25 tahun tidak benar.

“Surat penyataaan Hadi menguasai lahan TN itu kok bisa terbit, jadi ini perlu diselidiki. langkah kami selanjutnya akan kroscek,” katanya.IMG20171109103618

Ipda Tomi menambahkan, memang kasus ini ada tindak pidana namun kami butuh waktu dan belum kita simpulkan serta juga mengumpulkan alat bukti.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan apakah tanah tersebut TN bebas, apakah ada yang mengklim, itu kami butuh waktu,” imbuhnya.

Zainul Mustaufa dan H. Ulil Amri warga Desa Banyuwangi mengatakan, BPD terkait status tanah tersebut yang dijual oleh kades tidak tahu setelah ditanyakan oleh warga.

“Apakah itu tanah GG itu tidak tahu, BPD hanya tanda tangan dan rapat, jadi kades tidak transparan. Dan uang hasil jual tanah tersebut sampai sekarang masih di pak camat,” katanya. Saya berharap kepada penyidik polres Gresik segera menetapkan tersangka, imbuhnya.

Senada dengan H. Ulil Amri warga desa Banyuwangi, saat dikonfirmasi wartawan usai bertemu kanit Ipda Tomi Kurniawan mengatakan, dirinya mempertanyakan kinerja polisi. Sebab, warga belum mendapatkan kepastian siapa yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kedatangan kami ke Polres hanya mempertanyakan perkembangan proses laporan warga terhadap kades Banyuwangi. Karena kasus ini sudah berjalan 5 bulan, namun tidak ada kepastian,” katanya. (jml)

Facebook Comments