Sudah Tiga Kali Tunda Sidang Tuntutan, Sikap Jaksa Perlu Dipertanyakan

0
49

GRESIK, BrataPos.com – Lagi-lagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menunda sidang dengan agenda pembacaan tuntutan kasus yang diduga tindak pidana penyimpanan garam industri yang diperdagangkan menjadi garam konsumsi yang menyeret Achmad Boediono, direktur utama (dirut) PT Garam yang berlokasi di Jalan Kapten Darmo Sugondo Kebomas Gresik Kamis, (2/11/17). Dalam penundaan ke tiga kalinya ini yang dilakukan oleh tim jaksa yang dikomandoi Lila Yurifa Prahasti terancam diputus majelis hakim tanpa tuntutan.

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik di ruang Cakra, jaksa Lila Yurifa Prahasti meminta agar majelis hakim yang diketuai I Putu Mahendra kembali menunda sidang ke tiga kalinya ini. “Kami meminta majelis hakim sidang kali ini kembali tunda sampai Senin, (6/11/17),” katanya.

Menurut Lila, tuntutan Ahmad Boediono berkas tuntutan belum siap. “Kami menunggu koordinasi dengan Kejagung (Kejaksaan Agung),” kata jaksa Lila menjawab pertanyaan hakim Putu soal alasan permintaan penundaan sidang.

Hakim Putu pun sempat geram dengan permintaan jaksa Lila yang kembali meminta agar sidang dengan agenda tuntutan ditunda. “Bu jaksa sudah tiga kali sidangnya ditunda? Kita kan sudah sepakat jangan sampai sidangnya molor,” kata hakim Putu.IMG20171002142857

Hakim Putu pun akhirnya bersikap tegas ok bu jaksa kami terima permintaan penundaan sidang kali ini. “saya tunggu sampai hari Senin, tanggal 2 besok, jangan sampai mengulur waktu lagi,” kata Putu sembari menutup persidangan.

Jaksa Lila Yurifa Prahasti terus dikejar oleh awak media usai keluar dari ruang sidang, untuk minta keterangan terkait penundaan sidang tuntutan sampai tiga kali ini. Namun jaksa Lila bungkam saat awak media melontarkan pertanyaan, tidak ada satu pun keluar pernyataan dari tim jaksa yang diindikasi terkesan molor waktu tuntutan.

Usai sidang, Agung Prasetyo penasehat hukum Achmad Boediono mengatakan,  penundaan sampai tiga kali merupakan hal yang merugikan kliennya. Ini yang perlu di tanyakan ke jaksa permainan apa ini yang dilakukan oleh jaksa. Namun, kami hanya bisa menunggu.

“Memang kasus ini melibatkan kejaksaan agung, karena waktu dalam penggerebekan dilakukan oleh Mabes Polri. Namun ada apa sampai menerima penundaan hingga tiga kali, ini patut dicurigai ada masalah apa di kejaksaan,” katanya.

Lanjut Agung, sudah saatnya hakim menjalankan kebijakan, karena ini sudah tiga kali menerima penundaan. sikap jaksa kalau seperti ini sangat disayangkan.

“Karena dengan ditundanya pembacaan tuntutan, kami menyusun pledoi atau pembelaan menjadi tersendat, karena materi yang menyusun pledoi mempelajari dari tuntutan,” sambungnya.

Perlu diketahui kasus ini bermula Satgas (Satuan Tugas) Mabes Polri menggerebek gudang garam milik PT. Garam di Jalan Kapten Darmosugondo Kecamatan Kebomas, Rabu (7/6/2017) lalu. Penggerebekan itu dipimpin langsung oleh Ketua Satgas Pangan Irjen (Pol) Setyo Wasisto, dan berhasil menemukan puluhan ton garam industri yang dijual untuk konsumsi (rumah tangga) dengan merk segitiga “G” yang diproduksi PT. Garam. (jml)

Facebook Comments