Pilkades Serentak Di Kabupaten Gresik Tahun Ini Fenomena Menarik

0
50

GRESIK, BrataPos.com – pesta demokrasi pemilihan kepala desa (pilkades) di kabupaten Gresik sudah terlaksana. Sesuai data yang ada di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), pelaksanaan Pilkades di kabupaten Gresik tahun 2017 sebanyak 19 desa yang dilaksanakan secara serentak Kemarin Minggu, (29/10/17).

Seperti yang ada di Desa Putat Lor Kecamatan Menganti pilkades tahun ini sangat menyedot perhatian masyarakat, lantaran 3 cakades yang bertarung tiga-tiganya pendatang baru. Cakadesa No. 1 Ah. Zainuri, cakades No. 2 Junaidi Ahmad dan cakades No. 3 Arip Imawan.

Sekitar jam 14.00 Wib pihak panitia membuka kotak surat suara dan penghitungan pun dimulai dari Dusun kletak. Cakades no 1 H. Ah. Zainuri memimpin dari rivalnya dengan perolehan suara 590. Sedangan cakades no. 2 Junaidi Ahmad hanya mendapatkan 8 suara dan cakades no. 3 Arip Imawan mendapatkan 22 sauara.

Dilanjut dengan Dusun Plampang, cakades no 1 H. Ah. Zainuri mendapatkan 219 suara, Sedangkan cakades no. 2 Junaidi Ahmad hanya mendapatkan 10 suara dan cakades no. 3 Arip Imawan mendapatkan 55 suara.

Pihak panitia melanjutkan penghitungan suara Dusun Putat Kidul, cakades no 1 H. Ah. Zainuri mendapatkan 276 suara, suara, Sedangan cakades no. 2 Junaidi Ahmad hanya mendapatkan 35 suara dan cakades no. 3 Arip Imawan mendapatkan 296 saara.

Persaingan pun antara cakades no 1 dengan cakades no 3 terus kejar-kejaran dusun putat lor dibuka kotak suaranya, cakades no 1 H. Ah. Zainuri mendapatkan 113 suara, sedangan cakades no. 2 Junaidi Ahmad hanya mendapatkan 22 suara dan cakades no. 3 Arip Imawan mendapatkan 373 suara.IMG20171029104636

Namun di dusun MPI persaingan cakades no 1 dengan cakades no 3 berakhir cakades no 1 H. Ah. Zainuri mendapatkan 73 suara, Sedangan cakades no. 2 Junaidi Ahmad hanya mendapatkan 10 suara dan cakades no. 3 Arip Imawan mendapatkan 57 suara.

H.Ah. Zainuri kades terpilih ketika dikonfirmasi di rumahnya mengatakan, kemenangan ini tidak lepas dari peran tim kami yang bekerja keras dari tanggal 1 Oktober sampai pilkades dilaksanakan, serta juga dukungan dari masyarakat.

“Saya baru kali ini jadi cakades, karena saya berkeinginan bercita-cita ingin mensukseskan apa yang menjadi keluhan masyarakat yang selama ini belum direalisasi oleh kades sebelumnya. Seperti jembatan yang berada di dusun Kletak, sehingga masyarakat memilih saya, karena saya akan segera membangun jembatan,” katanya.

Lanjut Zainuri, awal menjabat nanti yang saya kerjakan rapat internal dengan staff, dengan tujuan untuk memperbaiki masalah pelayanan. Setelah itu kami akan melakukan dor tudor kepada masyarakat, karena dengan dilakukan dor tudor menjadi tahu apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Dirinya mengucapkan beribu-ribu banyak terima kasih kepada tim suksesnya dan khususnya masyarakat desa Putat, karena tanpa dukungan semua pihak tidak akan bisa menang,” imbuhnya.

Dari penelusuran media Brata Pos, dari 19 kades Incumbent yang maju kembali menjadi calon Kepala Desa (cakades), ternyata ada 10 calon incumbent yang terpilih kembali. Sedangkan 5 calon incumbent yang lain harus mengakui keunggulan cakades pendatang baru.

Para cakades incumbent yang masih dipilih kembali oleh warganya yaitu, Abdul Karim Aly Kades Tanggulrejo Manyar, Miftahul Huda Kades Kandangan Duduk sampeyan, Mas’ud Kades Wedoroanom Driyorejo, Edy Suparno Kades Kepuhklagen Wringinanom, Syafi’i Kades Bunderan Sidayu dan Sujari Kades Mriyunan Sidayu, Maslichan Kades Sukowati Bungah, Khamid Kades Sidorejo Bungah, In’am Kades Ketapanglor Ujungpangkah dan Abdul Aziz Kades Daun Sangkapura.

Sedangkan 5 cakades incumbent yang kalah ada di desa Pejangganan Manyar, Panjunan Duduk sampeyan, Desa Menganti Kecamatan Menganti, Tebuwung Dukun, dan Karangrejo Ujungpangkah.

Fenomena menarik juga terjadi pada Pilkades Gresik tahun 2017 kali ini, yaitu beberapa desa para cakadesnya masih satu keluarga. Ada 3 Desa yang cakadesnya suami-isteri, yaitu Wedoroanom Driyorejo, Desa Bunderan Sidayu dan desa Sidorejo Bungah.

Sementara cakades yang masih satu keluarga juga terjadi di desa Sukowati Bungah yaitu antara bapak dan anak, Desa Boteng Menganti, ibu dan anakĀ  dan di Kecamatan Manyar, ada pertarungan saudara sepupu yang memperebutkan suara memperebutkan tiket sebagai Kades Tanggulrejo.

Menurut Tursilo saat dikonfirmasi mengatakan, faktor munculnya cakades dari satu keluarga ini karena adanya aturan Permendagri 112 tahun 2014 tentang Pilkades. Pada aturan itu ada aturan cakades minimal 2 orang dan paling banyak 5 orang.

“Karena hanya ada satu cakades dan tidak ada cakades lain yang maju. Maka panitia pilkades setempat menyiasati dengan menyiapkan calon lain yang diambil dari keluarga dekatnya. Hal ini untuk menghindari pembatalan pemilihan, karena ini sah menurut aturan.” ungkapnya.

Lanjut Tursilo, seluruh proses pilkades serentak di kabupaten Gresik tahun 2017 ini berjalan lancar dan sukses.

“Saya berterima kasih Kepada semua pihak, utamanya jajaran Forkopimda Gresik, yang telah ikut serta mensukseskan Pilkades serentak di 19 desa. Kami melihat jajaran dari Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik yang ikut berperan menjaga stabilitas keamanan di Gresik,” sambungnya.

Tursilo menambahkan, cakades yang terpilih sesegera mungkin melakukan rekonsiliasi di desanya masing-masing.

“Keamanan dan stabilitas politik harus dikedepankan untuk pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (jml)

Facebook Comments