Terkesan Molor Waktu JPU Tunda Pembacaan Putusan

0
61

GRESIK, BrataPos.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (kejari) Gresik menunda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Achmad Boediono, direktur utama (dirut) PT Garam yang berlokasi di Jalan Kapten Darmo Sugondo Kebomas Gresik Senin, (30/10/17).

Dalam kasus yang diduga tindak pidana penyimpanan garam industri yang diperdagangkan menjadi garam konsumsi itu dikawal 4 JPU yang dikomandoi Lila Yurifa Prahasti. Namun sidang seharusnya pembacaan tuntutan terhadap terdakwa ditunda, ada apa ini…..? dalam kasus yang menyedot perhatian publik.

I Putu Mahendra sebagai ketua majelis hakim mengetok palu pertanda sidang dimulai dan dibuka untuk umum. Ironis memang, seharusnya di bangku JPU berjejer 4 jaksa, namun agenda sidang pembacaan tuntutan ini hanya 1 jaksa yang hadir.

I Putu ketua majelis hakim melontarkan pertanyaan terhadap jaksa Hadi Sucipto, yang lain kemana jaksanya kenapa hanya 1 jaksa yang hadir. Pertanyaan hakim pun dibalas oleh jaksa.IMG20171009155207

“Mohon ijin majelis dalam sidang pembacaan putusan kali ini kami ditunda mohon waktunya. majelis pun menjawab, alasan apa jaksa menunda pembacaan putusan, berkas putusan belum dikirim dari kejaksaan agung, jadi kami tidak siap membacakan surat putusan,” jawabnya dengan enteng.

Hakim pun mengingatkan, jangan sampai pihak penasehat hukum terdakwa itu merasa dirugikan dengan adanya penundaan ini.

“Kalau jaksa tidak siap dengan tuntutannya dari jauh-jauh hari dikabari lewat surat, jangan molor-molor waktu, jangan sampai penasehat hukum juga rugi atas waktu pledoi nanti,” tegasnya.

Lanjut I Putu, kami sudah berusaha untuk menyidangkan kasus ini, akan tetapi jpu tidak siap. “Sidang ditunda hari Kamis tanggal 2 November 2017. Apakah jpu siap…? “Kami siap hari Kamis 2 November majelis untuk membacakan surat tuntutan,” katanya.

Agung Prasetyo penasehat hukum terdakwa mengatakan, menurut informasi sebenarnya surat tuntutan sudah dikirim dari kejaksaan agung, namun kenapa jaksa menunda sidang pembacaan tuntutan ini.

“Tanggal 13 november 2017 terdakwa ini harus bebas dari penahanan kejaksaan, karena tidak bisa perpanjangan penahanan, tapi jaksa malah menunda persidangan,” katanya degan kesal.

Lanjut Agung, kalau kami melihat bagi trek record hakim kurang baik, seolah-olah hakim tidak bisa manejemen jpu dan kurang tegas.

“Apakah itu kesalahan jaksa, namun kita kembali ke persidangan, karena yang bertanggung jawab hakim,” ujarnya. (jml)

Facebook Comments