Pertama Kali Pagelaran Pesona Budaya Dan Pariwisata Di Bawean

0
22

GRESIK – Dengan mengenakan pakaian khas Bawean, Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim membuka perhelatan Gelar Pesona Budaya dan Pariwisata Bawean yang berlangsung di alun-alun Sangkapura kemarin malam, Kamis (26/10/2017).

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kabupaten Gresik khususnya di kepulauan Bawean lantaran dipilihnya pulau Bawean sebagai tempat penyelenggaraan gelar pesona budaya tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 ini.

Nampak antusias masyarakat Bawean yang sangat besar terlihat pada saat pembukaan acara tersebut. Selain itu, perhelatan ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Kepulauan Bawean.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Wabup menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak akan berjalan sukses dan meriah tanpa adanya dukungan dan partisipasi semua pihak.

“Kami ucapkan terima kasih karena Bawean dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan Gelar Pesona Budaya dan Parisiwata tahun 2017 ini. Terlebih atas dukungan semua pihak dan partisipasi masyarakat yang hadir dan turut mensukseskan pagelaran yang akan berlangsung selama dua hari ini,” ujar Wabup Qosim.IMG_9352

Disisi lain, Wabup juga menjelaskan bahwa kabupaten Gresik khususnya di Bawean mempunyai kesenian, budaya dan tradisi yang unik. “Sebagai salah satu contoh adalah tarian Zavin Mandailing yang juga akan ditampilkan pada perhelatan kali ini. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah pada era penyebaran agama islam,” kata Wabup Qosim.

Untuk itu, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern ini wabup berharap agar tetap menjaga kesenian, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kabupaten Gresik agar tidak tergerus zaman.

Selain itu, pembukaan gelar pesona budaya dan wisata Bawean 2017 juga disuguhi dengan atraksi kesenian lokal Bawean lainnya seperti pencak silat dan seni dekker yang berasal dari kata Dzikir dengan diiringi rebana berukuran besar.

Sementara itu, Kepala UPT Taman Budaya Jatim Sukatno mengatakan bahwa kegiatan gelar pesona budaya dan pariwisata Bawean tersebut bertujuan untuk mendorong peningatan kesenian di kepulauan Bawean supaya lebih dikenal di masyarakat Jawa Timur bahkan Internasional.

“Bawean kaya dengan kesenian dan budaya, terlebih ditunjang dengan destinasi wisata yang sangat eksotis. Sehingga kami yakin, Bawean nantinya akan mampu dikenal oleh masyarakat lokal bahkan mancanegara,” katanya.

Untuk itu, dirinya mendorong kepada pemerintah kabupaten Gresik untuk selalu meningkatkan kapasitas guna menunjang keberadaan kesenian dan sektor pariwisata di Bawean agar dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di kabupaten Gresik khsusnya masyarakat di kepulauan Bawean. (iis)

Facebook Comments