Napak Tilas Jelang Hari Pahlawan

0
38

SURABAYA, BrataPos.com – Peringatan hari pahlawan memang masih jatuh pada bulan November nanti, namun berbagai upaya untuk mengenang spirit hari Pahlawan ini sudah mulai dilakukan sejak sekarang, salah satunya adalah kegiatan Tour De Pahlawan yang diadakan oleh DPD Jaringan Relawan Kebangsaan Jawa Timur bekerjasama dengan Komunitas Bambu Runcing Surabaya.

Acara Tour De Pahlawan yang diadakan pada hari Senin (23/10/2017) di Kota Surabaya adalah sebagai wujud persiapan dini jelang peringatan hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November esok, acara hasil kolaborasi antara DPD Jaringan Relawan Kebangsaan (JRK) Jawa Timur dengan Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) ini memiliki spirit untuk mengenalkan dan mengingatkan sejarah kepada anak-anak muda yang masih duduk di bangku SD dan SMP agar lebih menghargai sejarah Bangsa yang ada.

Dalam kegiatan ini peserta diajak mengunjungi beberapa tempat bersejarah yang ada di Kota Surabaya, adapun tempat tersebut adalah makam W.R. Supratman, rumah kelahiran Bung Karno, rumah Hos Tjokroaminoto, rumah W.R. Supratman, Tugu Pahlawan, rumah Radio Bung Tomo, dan gedung DPRD yang masuk dalam kategori bangunan Cagar Budaya, di setiap tempat itu peserta dijelaskan mengenai cerita bersejarah yang ada di bangunan tersebut, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini terlihat begitu antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian acara, hal ini terlihat ketika setiap anak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan ataupun mengajukan pertanyaan terkait beberapa hal yang dirasa belum jelas.IMG-20171023-WA0004

Baktiono adalah salah seorang anggota DPRD Kota Surabaya yang ikut serta dalam acara ini, ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif dalam rangka memperingati beberapa hari besar nasional yang jatuh dalam waktu dekat ini, seperti hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan, katanya.

Baktiono anggota DPRD Kota Surabaya dari fraksi PDIP menambahkan, tidak hanya sekedar mengunjungi dan mendapat cerita sejarah di balik setiap bangunan bersejarah di Kota Surabaya, para peserta juga diajak untuk mengenang dan menghormati para Pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan telah gugur mendahului kita, hal ini dilakukan dengan cara menaburkan bunga sambil berdo’a di makam W.R. Supratman dan di lokasi rumah Radio Bung Tomo, yang saat ini telah rata dengan tanah, khusus pada saat di lokasi Rumah Radio Bung Tomo, para peserta menaburkan bunga dengan meneriakan takbir, sebagai wujud rasa prihatin akan keberadaan bangunan bersejarah yang telah sirnakan, tambahnya.

Disela sibuknya anak murid memperhatikan penjelasan dari pemandu, seorang penyelamat Cakar Budaya Surabaya yang tergabung dalam komunitas Bambu Runcing Surabaya, Udin Sakera mengatakan, intinya mengigatkan kepada generasi baru untuk selalu mencintai peninggalan para pejuang, karena tanpa pelestarian Cakar Budaya, nilai kebangsaan pasti akan terkikis dan habis, tegasnya. (Bnd/Sbt)

Facebook Comments