Kirap Kampung Lawas Sepat Lidah Kulon

0
89

SURABAYA, BrataPos.com – Ditengah hirupikuknya jalan raya Lidah Kulon rombongan kirap dari pedukuhan Sepat Kelurahan Lidah Kulon Kecamatan Lakarsantri kota Surabaya melakukan acara tahunan, acara tahunan ini merupakan wujud dari warga untuk memelihara tali silaturahmi terhadap semua warga khususnya pedukuhan Sepat Lidah Kulon, untuk itu segenap panitia pelaksanaan sedekah bumi mengambil tema ” Semangat Dan Mempersatukan Warga Sepat Lidah Kulon Serta Memelihara Adat Budaya Kampung Lawas” minggu (15/10/2017).

Pemeliharaan adat istiadat juga merupakan komitmen warga pedukuhan Sepat Lidah Kulon, oleh karena itu semua warga sepakat untuk melaksanakan acara tahun ini, acara seperti ini biasa disebut oleh warga sepat, Sedakah Bumi.

Sedekah bumi yang artinya menyedekahi bumi yang selama ini menumbukan palawijah dan juga hasil bumi lainnya, sehingga warga mendapatkan hasil yang melimpah dan warga pedukuhan Sepat menjadi makmur.

Sedekah Bumi juga merupakan wujud syukur terhadap tuhan yang maha esa, agar warga pedukuhan Sepat lidah kulon bebas dari balak, musibah, dan malapetaka.IMG-20171016-WA0067

Akhirnya keinginan tersebut direalisasikan dalam bentuk kirap keliling desa sebelum tumpengan dan gunungan yang berhiaskan berbagai hasil bumi itu berkumpul di satu titik yaitu balai RW, hebatnya lagi warga desa begitu legawa tatkala pemerintah desa tak mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut dan juga pemerintah desapun tidak hadir dalam perayaan tersebut, dengan suka rela dan penuh semangat, warga merogoh kantong pribadi untuk membiayai segala keperluan kirap sedekah bumi demi memasyarakatkan dan melestarikan potensi seni dan budaya pedukuhan sepat lidah kulon kecamatan lakarsantri Kota Surabaya.

Jadilah kirap yang meriah dan kompak, ada belasan kelompok seni budaya lokal termasuk ibu-ibu PKK dan pemuda tergabung dalam kirap tersebut, seluruh potensi pedukuhan sepat ditampilkan.

Dari kesenian jaranan jawa, reog dengan berbagai variasi dan kreasi, pemudah pemudi pedukuhan tersebut.

Menurut ketua panitia Mardu mengatakan pedukuhan Sepat menurut kakek dan nenek saya dulu disini ada sebatang pohon sepat, pohon sepat tersebut bisa mengayomi warga yang ada di sekitarnya,, dan juga disini ada telaga sakti, waduk sakti, sumur windu, dan sumur kola, itu yang menghidupi warga sepat lidah kulon, katanya.

Di mulai dari situlah warga pedukuhan sepat ini melakukan ritual berupa sedakah seperti yang kita laksanakan hari ini, Karena kalau tidak dilaksanakan ruwah deso di kampung ini akan terjadi sesuatu, oleh karena untuk menghindari hal tersebut kami lakukan setiap tahun untuk sedakah agar semua warga terhindar dari balak, musibah dan malapetaka, tambanya.

Semoga dengan adanya kegitan ini kita semua khususnya wilayah Sepat Lidah Kulon dapat bersatu kembali, untuk memperjuang aset yang ada diwilayah sepat lidah kulon tercinta ini, harapnya.

Salah satu warga saat di datangi awakmedia dalam acara tersebut mengatakan, kami sebagai warga sangat mendukung sekali dengan adanya kegiatan ini, walaupun sebagaian ulama yang ada di sekitar kurang merespon kegiatan ini, dan juga kegiatan seperti ini wajib di laksanakan karena kegiatan seperti banyak sekali sisi baiknya, selain kita bisa silatutrahmi, kita juga sebagai penerus perjuangan mereka yang pada saat itu menjadikan dusun sepat ini menjadi perkampungan, dan kita sebagai pemuda pemudi dusun sepat wajib menguri – uri sejarah tersebut, agar kita mengetahui bagaimana susahnya pada jaman itu, katanya.

Satukan misi dan visi untuk mencapai satu tujuhan yang mensejaterakan warga dan juga masyarakat. (Bnd/jml)

Facebook Comments