Kodim 0817/Gresik Kedatangan Bonek dan PSHT

0
78

GRESIK, BrataPos.com – Kodim 0817/Gresik kedatangan dua organisasi terbesar di Jawa Timur yakni supporter Persebaya Surabaya Bonek Gresik (Bogres) dan perguruan silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Gresik Jawa Timur, Sabtu 7 Oktober 2017, sekitar jam 10.00 Wib.

Kedatangan dua organisasi ke kantor Kodim 0817/Gresik itu dengan tujuan untuk bermusyawarah terkait kejadian yang di Balongsari Surabaya pekan lalu yang menewaskan dua anggota PSHT, dan kejadian di Jember yang puluhan anggota Bonek luka-luka.

Dalam pertemuan itu diikuti sejumlah 30 orang yang terdiri dari Bonek, dan PSHT. Sedangkan untuk menjembatani pertemuan dua organisasi itu didampingi Mayor Inf. Sampak (Kasdim 0817/Gresik), dan Kapten Inf Kusmadi (Pasi Intel Kodim 0187/Gresik).

Pertemuan yang penuh kebahagiaan itu anggota Bonek Gresik yang hadir terdiri dari Doni Hermansyah sebagai (Ketua Bonek Gresik), Gerson, Mukhlis, Akhmad Yaslim, Cahya, Huda, Anam, Reno, Imam Mulyadi, Alafan, Dhani, Jhon, Muklis, Ervan, Fadli, Ardiyansyah, Ridwan, Yovi, dan Dovi Apriyanto.FB_IMG_1507426503590

Sedangkan dari anggota PSHT yang hadir dalam pertemuan itu terdiri dari Murdiyono sebagai (Ketua PSHT Gresik), Wahyu, Herlambang, Ikhsan, Rubinson, Sukamto, Bambang S. SH., Fadhul, dan Imam Mulyadi.

Dalam sambutannya Mayor Inf. Sampak S. Ag (Kasdim 0817/Gresik) menyampaikan, pada intinya bahwa dalam pertemuan itu ajang silaturahmi sesama organisasi demi menjalin kerja sama dan komunikasi.

“Sebab manusia tidak terlepas dari kesalahan. Untuk itu kita harus saling memaafkan agar tidak ada balas dendam,” paparnya.

Sambutan dari Donny Hermansyah ketua Bonek Gresik (BOGRES) menyampaikan, kami menyesali dengan adanya kejadian yang terjadi di Wilayah Surabaya dan Jember.

“Kami sebagai ketua Bogres berharap itu kejadian yang terakhir, dan semoga di Kabupaten Gresik jangan ada kejadian yang serupa,” ucapnya.

Ir. Murdiyono (Ketua PSHT Gresik) dalam sambutannya menyampaikan, dengan adanya kejadia itu untuk menjadi pembelajaran buat kita semua dan jangan sampai terjadi lagi.

“Apalagi dengan adanya info di media sosial (medsos) yang tidak benar asal usulnya yang menyebarkan isu-isu tidak jelas akan membuat dampak negatif oleh masing-masing organisasi,” katanya.

Sambutan dari Kapten Inf Kusmadi (Pasi Intel Kodim 0817/Gresik) menyampaikan, intinya PSHT dan Bonek jangan sampai terpengaruh dengan kejadian-kejadian diluar yang sudah terjadi mari kita sama-sam ciptakan suasana Damai khususnya di wilayah Gresik.

“Untuk yang sudah terjadi yang diluar wilayah Gresik biarkan yang berwajib yang menanganinya sesuai jalur hukum, kita yang di area wilayah Gresik tetap aman, mari kita ciptakan kota Gresik tetap aman, damai tentram dan tidak ada masalah,” pintanya.

Sekitar jam 10.50 Wib Ketua PSHT Gresik dan ketua Bonek Gresik menandatangani surat pernyataan dan kesepakatan damai. Adapun isi pernyataan yang pada intinya Menyatakan kedua belah pihak (PSHT dan Bonek Kabupaten Gresik) sepakat damai tidak saling dendam. dengan adanya permasalahan perselisihan PSHT dengan Bonek di Surabaya maupun di Jember jangan sampai terjadi di Gresik. Mari kita saling menjaga keamanan dan kerukunan khususnya di wilayah Kabupaten Gresik dan Jawa Timur pada umumnya.

Musyawarah tersebut bentuk dari kepedulian antara kedua belah pihak agar kejadian tawuran kemarin tidak berkelanjutan. (jml)

 

Facebook Comments