Buronan Kasus Persetubuhan Dibawah Umur, DPO Akhirnya Menyerah

0
63

JOMBANG – Kabur selama dua tahun, tidak membuat hidup Im (20) warga Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam, tenang. Dia selalu dihantui rasa bersalah. Maklum saja, Im merupakan buronan kasus persetubuhan di bawah umur.

Im akhirnya menyerahkan diri ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jombang. Dia diantar orang tua dan tiga pilar (Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas). Selanjutnya, pemuda yang kabur sejak 2015 tersebut menjalani pemeriksaan.

“Yang bersangkutan kabur selama dua tahun. Dia sudah kita tetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Akhirnya, Im diantar keluarganya ke Polres. Dia menyerahkan diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat, Senin (9/10/2017).

Kepada petugas, Im mengaku nekat melakukan persetubuhan terhadap korban dengan alasan sebagai salam perpisahan. Pasalnya, saat itu pelaku hendak berangkat ke Jakarta. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 UURI No 35 Tahun 2014 Jo Pasal 82 UURI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak.

Seperti diberitakan, kasus persetubuhan dengan korban anak dibawah umur hingga korban hamil ini terjadi pada 2015. Meski sempat mediasi, kasus ini akhirnya dibawa ke jalur hukum dengan terlapor sebanyak lima remaja, semuanya berasal dari Kecamatan Wonosalam.

Sejauh ini polisi telah mengamankan empat terlapor yakni H (19), Ars (19), Ar (20) dan Im (20). Kini polisi masih memiliki PR (pekerjaan rumah) untuk memburu satu pelaku lagi berinisial Ub. (*Red)

Facebook Comments