Hakim Menolak Sebagian Eksepsi Terdakwa

0
95

GRESIK, BrataPos.com – Fariantono (48) kepala desa prambangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik Kamis, (5/10/17).

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Putu Mahendra mengagendakan putusan sela (putusan yang dijatuhkan masih dalam proses pemeriksaan perkara dengan tujuan untuk memperlancar jalannya pemeriksaan).

Terdakwa Fariantono diadili, lantaran diduga membuat surat keterangan riwayat tanah palsu yang dilaporkan oleh Felix Soesanto pengusaha muda asal Surabaya ke Polda Jawa Timur (Jatim).

Fariantono menjadi terdakwa tidak sendirian. Namun melibatkan Ayuni (78) dan juga Suliono (48), sebagai ahli waris dari Kaskan Cs, juga menjadi terdakwa lantaran dugaan memakai surat keterangan riwayat tanah palsu.IMG20171005145904

Majelis Hakim Putu Mahendra membacakan surat putusan sela yang dihadiri oleh 3 Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lila Yurifa Prahasti yang di dampingi oleh Thesar Yudi Prastiya dan juga Budi Prakoso.

Namun tidak hanya JPU yang hadir, penasehat hukum dan keluarga terdakwa juga hadir dalam ruang persidangan. Dalam bacaan surat putusan sela, hakim menolak atas sebagian eksepsi yang dibacakan oleh penasehat hukum terdakwa. Dimana dalam eksepsi terdakwa tersebut meminta kepada majelis hakim agar perkara itu dihentikan lantaran isi dakwaan jpu tidak cermat tidak lengkap dan tidak jelas.

“Memerintahkan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara itu dengan terdakwa Fariantono. Dan Menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir,” katanya.

Penasehat hukum terdakwa Arifin seusai sidang mengatakan, kami terima apa yang menjadi putusan sela hakim, namun seharusnya kasus ini menjadi pertimbangan oleh hakim, karena ada kaitannya dengan kasus perdata, memang hakim mempunyai kewenangan, katanya.

Terdawa Fariantono membuat surat keterangan riwayat  tanah yang diduga palsu dengan nomor :590/11/437.102.02/2015 tanggal (9/12/15), dengan maksud agar dapat dipergunakan oleh terdakwa Suliono dan Ayuni sebagai ahli waris dari Kaskan Cs.

Felix Soesanto saat dimintai keterangan oleh awak media melalui telepon seluler tidak dijawab. Sampai berita ini turun Felix sebagai orang yang diduga dirugikan tidak membalas telepon dari awak media.

Terdakwa Fariantono dikenakan pasal 263 ayat (1). Sedangkan untuk terdakwa Ayuni dan Suliono dikenakan pasal 263 ayat (2).

Sidang ditunda sampai hari Kamis tanggal 18 Oktober 2017 dengan agenda sidang pemeriksaan saksi.

Perlu diketahui kasus ini bermula Felix Soesanto pengusaha muda asal Surabaya melaporkan Kepala Desa Prambangan Fariantono dan dua warga Prambangan Suliona serta Ayuni terkait pembuatan surat keterangan riwayat tanah palsu ke Polda Jawa Timur tanggal 28 April 2017 dengan nomor polisi B/606/SP2HP-4/IV/2017/Ditreskrimum, tentang tindak pidana pemalsuan surat atau tindak memberikan keterangan palsu. (jml)

Facebook Comments