Putusan Hakim Bersebrangan Dengan Tuntutan JPU

0
40

GRESIK, BrataPos.com – Terdakwa Nurul Khalimatus Sya’idah wanita umur (30), dan Romeo Constantilova (35), yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) warga Kebonagung Ujung Pangkah Gresik bernafas lega saat mendengar vonis yang dibacakan mejalis hakim Fitria Made Maya. Pasutri tersebut diadili lantaran malakukan penggelapan 1 unit mobil Grend Nissan Livina.

Sidang kali ini selain dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alifin N Wanda., SH, juga dihadiri ibu kandung dari terdakwa Nurul. Sebelum sidang dimulai terdakwa Nurul sempat berpelukan dengan ibu kandungnya dan sempat meneteskan air mata sampai sempat mencuri perhatian para pengunjung PN saat berpelukan (4/10/17).IMG20171004133218

Terdakwa Romeo dan Nurul terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melawan tindak pidana bersama-sama melakukan penggelapan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 1 tahun penjara dan dipotong selama menjalani hukuman,” katanya majelis hakim Fitria Made Maya saat membacakan amar putusannya.

Lanjut Fitria, “Ada hal-hal yang memberatkan kepada pasangan suami istri itu lanyaran merugikan korban dan terdakwa sudah pernah dihukum di Surabaya.

“Sedangkan untuk meringankan bagi terdakwa selama menjalani persidangan terdakwa sopan dan menyesal perbuatannya,” sambungnya.

Seusai membacakan amar putusannya, majelis hakim memberi waktu kepada terdakwa untuk banding atau menerima. Pertanyaan hakim pun langsung dijawab oleh para terdakwa, kami terima majelis atas putusan majelis.

Putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. Dimana jaksa menuntut pasutri itu 1.6 bulan. Terkait putusan hakim jaksa muda Alifin N Wanda tidak masalah, itu kan kewenangan hakim, karena hakim mempunyai pandangan yang berbeda. Apa lagi para terdakwa sudah menerima putusan hakim, katanya. (jml)

Facebook Comments