Dakwaan JPU Dinilai Cacat Hukum

0
68

GRESIK, BrataPos.com – Ilham Rois (40) warga kampung Malang Tengah, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari Surabaya, yang indikos di Desa Bambe Driyorejo Gresik jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik Rabu, (4/10/17) di ruang cakra. Pria yang mempunyai 3 anak itu diadili lantaran kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan disertai pembunuhan.

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Lia Herawati bragendakan pembacaan nota pembelaan, yang dibacakan oleh penasehat hukum terdakwa, Wellem Miharja. Dimana sidang sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) Thesar Yudi Prasetyo mendakwa dengan pasal 5 huruf a uandang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT yang mengakibatkan matinya korban. Dan pasal 44 ayat (3) uu RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Dan terdakwa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Dan dilakukan penganiayaan dengan rencana lebih dahulu yang mengakibatkan kematian. Dan terdakwa juga dikenakan pasal 353 ayat (3) KUHP.

Namun menurut penasehat hukum terdakwa Wellem Miharja saat usai sidang mengatakan, dakwaan jpu cacat hukum dan tidak memenuhi unsur materiel, karena jaksa tidak menguraikan hubungan layaknya suami istri, sampai terdakwa mempunyai niat melakukan mengajak istrinya hubungan intim di semak-semak.IMG20171004143835

“Terdakwa dinilai tidak mempunyai niat sedikitpun untuk melakukan pembunuhan terhadap istrinya yang dia (terdakwa) cintai. Terdakwa hanya melihat dibuah dadanya ada bekas kecupan merah, lalu terdakwa spontanitas dan kilaf melakukan penganiayaan dan disertai pembunuhan,” paparnya.

Lanjut Wellem, apa yang dilakukan terdakwa kelalaian bukan unsur kesengajaan dan bukan direncanakan. Terdakwa hanya melihat ada bekas kecupan dibuah dadanya, sambungnya.

Perlu diketahui bermula terdakwa Rabu (07/6/17) jam 22.00 Wib menghabisi korban (istrinya) Utie Aristanti lantaran mengetahui perselingkuhan korban. Dari situlah terdakwa dengan sengaja mengajak korban untuk berhubungan intim ke semak-semak persawahan di Desa Kesamben Driyorejo. namun terdakwa terkejut melihat payudara korban ada bekas kecupan, sehingga cek cok terjadi, lalu terdakwa mencekik leher korban sampai terjatuh dan langsung terdakwa menyirami bensin ketubuh korban. (jml)

 

Facebook Comments