Keterangan Dua Saksi Yang Dihadirkan JPU, Ringankan Terdakwa

0
41

GRESIK, BrataPos.com – Achmad Boediono, Direktur Utama (Dirut) PT Garam yang berlokasi di Jl Kapten Darmo Sugondo Kebomas Gresik jalani sidang di ruang cakra Pengadilan Negeri (PN) Gresik, (2/10/17).

Sidang yang diketuai majelis hakim I Putu Mahendra mengagendakan keterangan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut mum (JPU) Beatrix. Saksi yang dihadirkan dalam persidangan kali ini, saksi 1 bernama Andi Kusuma dari Ponorogo, dan saksi 2 bernama Bambang dari Blitar, kedua saksi itu selaku distributor garam.

Saksi 1 Andi Kusuma saat majelis hakim melontarkan pertanyaan, terkait kemasan garam. Apakah saudara saksi dari dulu sampai sekarang kemasan garam seperti itu, benar majelis, jawabnya.

Sedangkan untuk saksi 2 Bambang, saat ditanyakan oleh majelis hakim, apakah saudara saksi tahu kalau garam tersebut barang importan tanya hakim. Saksi menjawab dengan enteng, saya tidak tahu kalau garam itu barang import dari luar negeri, namun yang saya ketahui di tulisan kemasan barang tersebut barang lokal, bebernya.

Lanjut Bambang, karena sejauh ini tidak ada masyarakat yang mengeluh terkait mengkonsumsi garam tersebut, dan masyarakat mengkonsumsi garam itu tidak apa-apa, bahkan masyarakat selalu meminta garam segi tiga g,” imbuhnya.IMG20171002142857

Jpu menanyakan apakah dari PT. Garam menyampaikan kepada saksi kalau garam tersebut barang import bukan dari lokal, tidak pernah bu jaksa, jawabnya kedua saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Gresik Beatrix saat selesai sidang mengatakan, keterangan kedua saksi itu wajar menyampaikan seperti itu, tunggu saja tuntutan dari kami, katanya.

Penasehat hukum terdakwa Agung Prasetyo saat selesai sidang mengatakan, kedua saksi yang didatangkan JPU ini tidak ada memberatkan terdakwa, karena kedua saksi itu selain sebagai distributor juga pemakai garam itu jadi tidak ada masalah.

“para saksi atau distributor juga tes sendiri dan juga ada tes dari dinkes setempat dan ada juga dari disperindag semuanya menyatakan garam mengkonsumsi yang baik garam segi tiga g,” jelasnya.

Lanjut Agung, kalau hanya garam merk segi tiga g saja yang dipermasalhkan terkait kadar-kadar lainnya, lagi pula standard SOP dari pusat berbeda dengan daerah tentu sama aturannya.

“Sehingga dua saksi itu menurut kami sangat menguntungkan terdakwa, karena kedua saksi itu tidak mempermasalahkan barang tersebut import apa tidak,” katanya.

JPU meminta kepada majelis hakim untuk meminta waktu Senin depan untuk sidang selanjutnya. Karena kedua saksi itu dinilai meringankan terdakwa. Tidak tanggung-tanggung JPU sidang Senin depan menghadirkan saksi ahli dari Jakarta. (jml)

 

Facebook Comments