Tragedi Bonek Bentrok Dengan PSHT

0
866

SURABAYA, BrataPos.com – Pada hari Sabtu 30/09/2017 sekitar pukul 22.30 WIB di Osowilangun terjadi gesekan antara Bonek pada saat bubaran menonton sepak bola di Stadion GBT Surabaya dengan PSH Teratai pada saat akan menuju Gresik.

Permasalahan terjadi pada saat rombongan PSH Teratai -+100 orang berhenti dan memacetkan arus lalu lintas. Pada saat berpapasan dengan rombongan Bonek terjadi perkelahian yang mengakibatkan beberapa Bonek luka terkena lemparan batu dan pukulan benda tumpul.

Pada hari Minggu tanggal (01/09/2017) sekitar pukul 00.01 Wib dini hari di pertigaan Karangpoh tepatnya SPBU Balongsari Tandes Surabaya, telah berkumpul massa Bonek sekitar 200 orang dari berbagai wilayah di Surabaya, berkumpulnya Bonek dilokasi tersebut terkait kejadian pasca bubaran Bonek usai melihat pertandingan sepak bola Persebaya Surabaya Vs Persigo Semeru FC di GBT (Gelora Bung Tomo) yang terlibat bentrok dengan PSH Teratai.

Karena ada korban dari Bonek maka secara spontanitas dari Bonek langsung berkumpul di pertigaan Jl.Karangpoh – SPBU Balongsari Tandes Surabaya, Sekitar jam 01.38 WIB saat berkumpulnya Bonek di SPBU Balongsari.

Waka Satintelkam bersama anggota Intelkam Polrestabes Surabaya dan anggota Polsek Tandes melakukan koordinasi dengan Sdr. Andi Peci di samping SPBU guna menentukan langkah penyelesaian, namun tiba-tiba massa Bonek yang di jalanan mengejar pengendara sepeda motor yang diduga anggota PSHT dan langsung melakukan penganiayaan dan melihat hal tersebut maka anggota melakukan tindakan Kepolisian dengan tembakan peringatan.

Mendengar tembakan tersebut maka masa Bonek berlari berhamburan, selanjutnya korban langsung di bawa mobil 821 Polsek Tandes ke RS Muji Rahayu, Sekitar jam 01.45 Wib Wakasatintel dan Sdr Andi Peci setelah meredam massa Bonek kembali koordinasi di dalam Pasar Balongsari untuk segera menemukan solusi menghentikan emosi massa di lokasi.IMG-20171002-WA0002

Pemukulan serta pembakaran terhadap sepeda motor yang digunakan oleh korban, setelah 2 orang korban tidak sadarkan diri, keduanya dinaikkan mobil pick up L – 9753 – VK yang dihentikan oleh massa bonek, kemudian 2 orang korban dengan dibawa oleh Sdr. Andi Peci dan Sdr. Bayu dilarikan ke RS Muji Rahayu Tandes untuk dilakukan tindakan medis. Adapun kendaraan yang dibakar berupa 1 buah sepeda motor merk Honda CB dengan plat nomer S – 4353 – DT.

Sekitar jam 02.00 Wib Gabungan & 3 peleton Sabhara dipimpin Pamenwas Kasat Narkoba tiba di lokasi SPBU Balongsari, melihat kedatangan petugas maka sebagian masa Bonek langsung meninggalkan lokasi.

Sekira jam 02.25 Wib satu korban yang diduga dari PSHT dinyatakan meninggal dunia (identitas tidak ada) dan sekitar jam 03.45 Wib salah satu korban lainnya juga dinyatakan meninggal.

Sebelum meninggalnya kedua korban Sekitar jam 03.10 Wib, datang seorang laki – laki yang mengaku dengan nama Yudis, beralamat di Kepoh Baru, Bojonegoro di RS. Muji Rahayu Jl. Manukan wetan Surabaya, dimana Sdr. Yudis mengaku sebagai teman korban dan menyampaikan identitas korban yaitu Anis, (korban meninggal dunia) menggunakan kaos merah, yang beralamat (tempat Kos) di Jl.  Simorejo sari Surabaya berkerja sebagai karyawan bengkel di Surabaya tempat asal korban dari Bojonegoro, yang kedua Eko Ristanto, (korban meninggal dunia) menggunakan jaket merah, berkaos, beralamat di Desa Tlego rejo Kecamatan. Kepuh Baru Bojonegoro yang mempunyai kakak bernama Agung, dan saudara Yudis memberikan Nomer Telpon sang kakak.

Sebagai korlap Bonek se Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Andi Peci dan seluruh pengurus PSH Teratai siang ini pukul. 13.00 Wib mengadakan pertemuan dengan Kapolrestabes Surabaya sebagai upaya meredam aksi balasan dari kedua belah pihak, selanjutnya, melaksanakan Olah TKP pengeroyokan kedua korban yang meninggal dunia untuk di lakukan upaya hukum terhadap pelaku. (Bnd)

 

Facebook Comments