Kronologi OTT Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk

0
150

NGANJUK – Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Totok dan seorang pegawai Bank Jatim Cabang Nganjuk, Besta terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh anggota Unit 4 Subdit IV Ditintelkam dan Subdit III Tipidkor Direskrimsus Polda Jatim, Jumat (29/9/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Keduanya diamankan polisi di Warung Zamzam, Jalan Raya Kediri-Nganjuk saat melakukan transaksi serah terima uang tunai sebesar Rp 100 juta.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada awak media, Jumat (29/9/2017) malam.

“Pada mulanya, polisi melakukan penyelidikan atas kasus ini, kemudian didapat berbagai informasi yang mengarah kepada sebuah warung yang kemungkinan menjadi tempat pertemuan Besta dan Totok,” papar Barung.

“Benar, pada pukul 15.30 WIB terjadilah penyerahan uang fee Rp 100 juta dari Besta kepada Totok, dan saat itu pula langsung dilakukan OTT oleh petugas gabungan dari Intelkam dan Reskrimsus Polda Jatim,” lanjutnya.

Selanjutnya pukul 16.30 WIB, polisi melakukan penggeledahan ke kantor Totok di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Jalan Anjuk Ladang, Nganjuk untuk mengumpulkan bukti-bukti yang lain.

Kemudian sekitar pukul 16.45 WIB keduanya beserta barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta dan juga dua unit mobil, Daihatsu Xenia bernopol AG 1105 KH dan Honda City nopol AE 1792 FN dibawa ke Polda Jatim utk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini keduanya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim,” pungkasnya.

Totok diduga menerima gratifikasi dalam proyek Pengadaan Benih Pokok dan Sebar Bawang Merah Kabupaten Nganjuk selama tahun 2017 senilai Rp 6 miliar dengan pelaksananya UD Puspa Agro Sejati.

Dalam pelaksanaannya tim OTT mengerahkan dua personel dari Unit 4 Subdit IV Ditintelkam dan enam personel dari Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim.(*Red)

Sumber : Tribun News

Facebook Comments