Penegasan Undang-Undang Pers Nomer 40 Tahun 1999

0
21

SURABAYA – Perbuatan tidak menyenangkan dilakukan oknum anggota kepolisian Sektor Simokerto kepada salah satu wartawan media online Surabaya, Semua itu terjadi saat sang wartawan inisial ML, hendak melakukan peliputan terkait operasi pekat di jalan Pegirian. Saat itu, ML  malah mendapatkan perlakuan pahit.

Perlakuan yang diterima ML dikarenakan, file data hasil release pemberitaan dipaksa oleh oknum anggota Polsek Simokerto untuk menghapus.

Semua file hasil liputan kegiatan razia dihapus oleh anggota polisi Polsek Simokerto. Bahkan file hasil dari liputan kegiatan razia dari Polsek Pabean Cantikan di Jalan Stasiun Kota Surabaya sekitar pukul 09.25 wib juga dihapus,” jelasnya.

Dikonfirmasi atas ulah anak buahnya, Kapolsek Simokerto, Kompol Mazdawati Saragih mengaku minta maaf atas perbuatan anggota yang pada saat itu ada di lapangan melakukan razia operasi kendaraan bermotor.

Saya minta maaf, ini hanya mis komunikasi saja mas. Sebenarnya tidak apa-apa, untuk melakukan peliputan saat razia, cuman salah paham saja sampai menghilangkan data milik wartawan,” ujar Mazdawati.

Permintaan maaf yang dilakukan Kapolsek, berharap tidak terjadi kepada wartawan yang lainnya saat hendak melakukan peliputan dilapangan.

Apabila ada apa-apa dengan anggota saya, tolong langsung bilang ke saya, jangan ke Kapolrestabes. Dan semoga tidak terjadi dengan wartawan lainnya,” imbuhnya.

Perlu diketahui, saat itu wartawan ML mengetahui ada giat razia, secepatnya memarkir sepeda motor, dan langsung tanya  ke anggota reserse untuk meminta ijin meliput kegiatan razia, dan diijinkan.

Setelah mendapatkan ijin, ML justru menerima perlakuan tidak baik. Dengan sangat arogannya,  ada oknum polisi lain langsung mengambil ID CARD dan menghapus file data hasil release pemberitaan yang lain.(Red)

Facebook Comments