Penasehat Hukum Baca Pledoi, Terdakwa Netes Air Mata

0
95

GRESIK, BrataPos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik kembali menggelar sidang kasus pemalsuan, dengan terdakwa Siti Khomsah (44) warga Gedangkulut Cerme Gresik kemarin, hari Selasa (26/9/17).

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Fitria Made Maya digelar pukul 15.00 WIB di ruang sidang Cakra. Sidang yang dihadiri oleh keluarga pelapor atau dari keluarga terdakwa beragendakan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Batrix pada Selasa (19/9/17) lalu.

Penasehat Hukum terdakwa menyiapkan nota pembelaan atau pledoi sebanyak 6 lembar, yang dibacakan di dalam persidangan. Terdakwa menyampaikan ke penasehat hukum bahwa nota pembelaan diserahkan sepenuhnya kepada penasehat hukum, dan ada juga beberapa pembelaan bahwa terdakwa memohon ke majelis hakim dan JPU untuk dibebaskan.

Majelis hakim menanyakan kepada terdakwa apakah saudara membuat kata-kata pembelaan, jawaban dari terdakwa saya tidak mempunyai majelis saya serahkan kepada penasehat hukum.IMG_20170926_151721

Penasehat hukum terdakwa Sulton Sulaiman menyampaikan nota pembelaannya, dirinya tidak sependapat apa yang menjadi tuntutan JPU terhadap terdakwa, karena tuntutan JPU dinilai tidak terbukti sah secara hukum.

“Dikarenakan akad awal adalah hutang-piutang tanpa jaminan, namun terdakwa berinisiatif telah melakukan etikat baik dengan mengembalikan hutang dengan cara diansur,” paparnya.

Lanjut Sulton, menurut ajaran islam menurut Q S (Al-Baqarah 275) perbuatan yang dilakukan terlapor dikenal sebagai Riba yang diharamkan menurut ajaran islam, apa lagi dalam Undang-undang.

“Dalam pasal 19 ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 1999 tentang hak asasi manusia telah mengatur tidak seorang pun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas ketidak mampuan untuk memenuhi suatu perjanjian utang piutang. Majelis hakim tidak boleh memenjarakan ketidak mampuan membayar hutang,” jelasnya.

Setelah selesai pembacaan pembelaan, Majelis Hakim memberikan tanggapan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Batrix atas apa yang dibacakan oleh penasehat hukum. Namun JPU menyampaikan, untuk menanggapi terkait pembelaan terdakwa, JPU ingin menyampaikan secara tertulis yang akan disampaikan dalam persidangan Selasa depan (3/10/17). (jml)

 

Facebook Comments