Dakwaan JPU Dinilai Tidak Ada Rasa Keadilan

0
176

GRESIK, BrataPos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik gelar sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan disertai pembunuhan yang dilakukan oleh Ilham Rois (40) warga kampung Malang Tengah Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya, yang indikos di Desa Bambe Driyorejo Gresik.

Sidang yang digelar di ruang Cakra diketuai Majelis Hakim Lia Herawati yang mengagendakan sidang pembacaan dakwaan dari JPU Thesar Yudi Prasetya, Rabu (27/9/17).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Thesar Yudi Prasetya dari Kejari Gresik saat membacakan surat dakwaannya, terdakwa telah melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkungan rumah tangga sebagaimana dalam pasal 5 huruf a uandang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT yang mengakibatkan matinya korban.

“Dan terdakwa juga dikenakan pasal 44 ayat (3) uu RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Dan terdakwa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Dan dilakukan penganiayaan dengan rencana lebih dahulu yang mengakibatkan kematian. Dan terdakwa juga dikenakan pasal 353 ayat (3) KUHP,” paparnya.IMG20170927130201_1

Lanjut JPU, korban meninggal akibat pembakaran hawa panas dan asap dari terbakarnya pakaian, sehingga menyebabkan seluruh nafas teriritasi, bengkak dan mengalami proses pematangan.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHP dengan ancaman Dua Puluh Tahun,” sambungnya.

Wellem Miharja penasehat hukum terdakwa mengatakan, kami akan mengajukan nota keberatan dikarenakan dakwaan JPU jauh dari rasa keadilan lantaran para saksi tidak ada yang mengetahui terkait pembunuhan itu.

“Yang jelas dakwaan JPU tidak membacakan secara detail terkait pembunuhan berencana. Dakwaan JPU tidak mendasari rasa keadilan,” paparnya.

Perlu diketahui bermula terdakwa Rabu (07/6/17) jam 22.00 Wib menghabisi korban (istrinya) Utie Aristanti lantaran mengetahui perselingkuhan korban. Dari situlah terdakwa dengan sengaja mengajak korban untuk berhubungan intim ke semak-semak persawahan di Desa Kesamben Driyorejo. namun terdakwa terkejut melihat payu dara korban ada bekas kecupan, sehingga cek cok terjadi, lalu terdakwa mencekik leher korban sampai terjatuh dan langsung terdakwa menyirami bensin ketubuh korban. (jml)

Facebook Comments