Penasehat Hukum Siti Khomsah Diancam Dilaporkan Polisi

0
225

GRESIK, BrataPos.com – Sidang kasus penipuan dengan terdakwa Siti Khomsah (44) wanita paruh baya asal Desa Gedangkulut Cerme Gresik dingkluk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Gresik Selasa (19/9/17) di ruang cakra.

Agenda sidang kali ini yang diketuai Majelis Hakim Fitria Made Maya dengan pembacaan Tuntutan terhadap terdakwa Siti Khomsah oleh JPU Beatrix. Sebelum sidang berlangsung majelis Hakim terlebih dahulu melontarkan pertanyaan kepada wanita paruh baya ini. Hakim bertanya ibu Siti Khomsah sehat, lalu Siti Khomsah menjawab, alhamdulilah ibu hakim kondisi saya sehat, namun saya gemetar lantaran sekarang sidang pembacaan tuntutan dari Jaksa, bahkan semalaman saya tidak bisa tidur, jawabnya dengan meneteskan air mata.

Selesai sidang saat terdakwa didalam sel tahanan menceritakan kepada Brata Pos, yang menjadi pikiran saya tentang keluarga yang di rumah, karena saya dengar dari saudara bahwa suami saya lagi sakit penyakit hernia.

“Sedangkan saya sendiri tidak bisa merawat lantaran saya sedang menjalani hukuman. Yang jelas hidup dipenjara itu nelongso mas,” katanya sambil menangis.

Dalam bacaannya JPU Beatrix N. Temmar., SH, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum dengan tipu muslihat menggerakkan orang lain supaya memberi utang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kami pasal 378 KUHP.IMG20170919133756

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 6 (enam) bulan dan dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan,” katanya.

Hal-hal yang meringankan terdakwa lanjut JPU, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa juga selama menjalani serangkaian persidangan bersikap sopan, dan terdakwa menyesali perbuatannya, sambung Beatrix.

Namun tuntutan JPU tidak memuaskan dari Penasehat Hukum terdakwa, Sulton., SH, pada intinya kami tetap dalam pendirian kami bahwa akan membuat pledoi atau pembelaan, karena akat pertama antara pelapor Siani dengan terdakwa Siti Khomsah terkait utang piutang.

“Kalau terkait jaminan bukan kewenangan, karena si pelapor tidak minta jaminan hanya memberi uang. Jadi ini murni utang piutang,” katanya.

Lanjut Sulton, terkait bisnis yang dikerjakan oleh pelapor ini jelas bisnis ilegal, pelapor tidak mengantongi ijin usaha atau ijin simpan pinjam yang bentuk koperasi yang pasti itu ilegal.

“Saya dengar pelapor (Siani) akan melaporkan saya, karena saya dinilai melakukan pencemaran nama baik, namun saya siap dan saya tunggu pelaporan dari Siani,” jelasnya.

Majelis hakim meminta pada penasehat hukum terdakwa sesegera mungkin untuk menyusun pledoi atau pembelaan. Sidang dilanjutkan Selasa depan (26/9/17). (jml)

 

Facebook Comments