Sidang Perdana dalam Kasus Pidana Tentang Pengeroyokan

0
292
Sidang perdana dalam kasus Pidana pengeroyokan

Kalimantan Timur, Kasus penganiayaan dan pengerusakan dengan terdakwa Faishal Riedza (44) dan Muhammad Ul Fiansyah alias Upik memasuki babak baru. Secara terpisah, kedua terdakwa jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (18/9/2017).

Sidang yang beragendakan surat dakwaan yang dibacakan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Suprianto dan menghadirkan dua saksi korban. Dua saksi adalah Rudiyanto Handoko dan Mellyana (istri Rudiyanto).

Pantauan di lapangan, sidang digelar di ruang sidang berbeda. Terdakwa Muhammad Ul Fiansyah terlebih dahulu jalani sidang di ruang Prof. Dr. Mr. Kusumah Atmadja dengan majelis hakim yang diketuai Ir. Abdul Rahman Karim, S.H. Sedangkan, Terdakwa Faishal disidang di ruang Prof. Dr. Bagir Manan, SH., Mcl dan diketuai R. Yoes Hartyarso SH., MH sebagai ketua majelis hakim.

Dihadapan dua majelis hakim secara terpisah, saksi korban menceritakan seluruh awa mula kejadian yang menimpa dirinya. Saat korban bersaksi, terdakwa Upik hanya menggeleng-gelengkan kepala.

Saat ditanya majelis hakim, soal keterangan yang diberikan saksi korban, terdakwa upik mengaku keberatan.

Apa benar keterangan korban ini kalau kamu menabrak mobil korban sebanyak 3 kali? Berapa kali kamu memukul korban, tanya majelis hakim kepada terdakwa Upik di Ruang SidangĀ Prof. Dr. Mr. Kusumah Atmadja, Senin (18/9).

Terdakwa dengan tegas mengelak pernyataan korban menabrak mobil korban sebanyak 3 kali. Upik menjawab bahwa dirinya menabrakan mobilnya terhadap mobil milik korban hanya sekali.

Salah pak hakim, saya menabrak mobil korban cuma satu kali saja. Saya memukul korban juga sama satu kali, akunya Upik sembari mengumbar senyuman pada majelis hakim.

Terpisah, pengunjung sidang dibuat tercengang saat majelis hakim yang diketuaiĀ R. Yoes Hartyarso SH., MH yang telah menetapkan penahanan terhadap terdakwa Faishal Riedza yang terhitung dari tanggal 18 September 2017 di Pengadilan Negeri Samarinda.

Kami selaku majelis hakim, menyatakan penetapan penahanan terhadap terdakwa Faishal Karena sidang masih berlangsung, kami butuh terdakwa selalu hadir dalam persidangan, ucap hakim Yoes saat membacakan surat penetapan dihadapan kedua saksi.

Sebelumnya terdakwa Faishal berstatus sebagai tahanan kota saat ditangani kejaksaan. Pertimbangan majelis hakim itu diambil setelah terdakwa mengakui kebenaran kejadian yang dikatakan korban di persidangan.

Usai persidangan, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda ini mengatakan terdakwa terbukti Melakukan tindak pidana penganiayaan dan pengerusakan.

Keduanya dijerat pasal 170 dan pasal 351 KUHP, Dalam perkara tersebut, berkasnya terpisah,” kata JPU Agus Suprianto kepada awak media.

Perlu diketahui, aksi penganiayaan dan pengeroyokan itu terjadi pada 30 Mei 2016 lalu, saat itu dirinya (Rudiyanto) yang mengendarai mobil trinton warna putih sedang parkir didepan sebuah toko istana foto hendak mencetakan foto. Lalu tiba-tiba mobilnya ditabrak oleh mobil milik terdakwa di Jalan Cendrawasih.

Bukannya minta maaf, kedua terdakwa justru kabur. Lalu, Rudiyanto pun lantas mengejar terdakwa sampai di Jalan S Suparman. Namun upaya pengejaran itu justru membawa sial bagi Rudiyanto.

Dia harus menjadi sansak kebringasan kedua terdakwa hingga mengalami luka parah dibagian wajahnya. Aksi jagoan kedua terdakwa itu pun akhirnya dilaporkan ke Polres Samarinda. (Ad/BN)

sumber SIAGAINDONESIA.COM

Facebook Comments